Ceramah Singkat Tentang PendidikanCeramah Singkat Tentang Pendidikan 02Sebarkan iniPosting terkait Assalamu’alaikum Pertama tama kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat allah swt yang telah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua sehingga kita semua masih diberikan kesehatan dan dapat menghadiri acara sosialisasi di pagi hari yang cerah ini. Hadirin sekalian, Pentingnya pendidikan sangat mempengaruhi moral dan perilaku anak bangsa. Generasi muda harus di didik dan diberikan pengarahan mengenai pendidikan karena dengan menerima pendidikan akan mewujudkan cita citanhya kelak dan juga akan mengharumkan nama keluarga dan nama bangsa indonesia. Jangan sepelakan pendidikan bagi anak anak karena anak anak adalah generasi penerus bangsa dan haus akan pedidikan. Banyak sekali manfaat yang akan di terima oleh anak anak ketika sudah dewasa nanti seperti tidak mudah di tpipu, pintar dan dapat menjadi orang yang sukses. Pendidikan di indonesia selama 12 hukumnya wajib sehingga dengan belajar selama itu akan memberikan bekal kepada anak anak dan menjadikan acuan pada saat dewasa nanti. Sekian yang dapat saya sampaikan pada pidato di pagi hari yang cerah ini apabila tedapat salah kata saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Ceramah Singkat Tentang Pendidikan 02 Assalamu Alaikum warahmatullahi Wabarakatu Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Pilih pembukaan pidato yang biasa sobat pakai Perbaikan kualitas bangsa harus ditempuh dan terutama melalui pendidikan. Pendidikan itu proses yang panjang, yang tak henti-hentinya untuk mencapai satu tujuan dan terbuka untuk menerima ide-ide dan konsep-konsep baru. Itu makna pendidikan, sehingga suatu saat hasil dari pendidikan itulah yang akan menumbuhkan budaya baru dengan manusia yang cerdas. Selama manusianya cerdas maka ia mempunyai kebijakan dan kebajikan dalam jiwanya. Barulah setelah itu dia mampu menguasai sains dan teknologi. Budaya baru itulah yang menjadi kontra budaya yang kemudian masuk ke dalam tatanan menjadi masyarakat budaya alternatif yang akan dipilih oleh bangsa ini. Semuanya melalui pendidikan yang tertata rapi pendidikan yang mampu mencerdaskan, mampu menumbuhkan jiwa yang bajik dan bijak, dan menguasai sains dan teknologi. Itulah nanti yang akan mengubah bangsa Indonesia menjadi Indonesia baru. Hal ini tampaknya akan menjadi ”momok” bagi pendidikan di Indonesia. Belum lagi persoalan kekurangan tenaga pendidik terselesaikan, masalah sarana pendidikan yang tidak memadai muncul, dan menyusul persoalan mahalnya biaya pendidikan. Kita masih merasa sebagai bangsa yang tertinggal dalam berbagai hal dibandingkan dengan bangsa lain. Oleh karena itu satu-satunya jalan untuk mencerdaskan bangsa adalah dengan meningkatkan pendidikan demi untuk menjadikan bangsa yang cerdas melalui sistem pendidikan nasional yang menyeluruh dan terencana. Namun untuk menuju ke arah itu, jalan yang ditempuh sangat panjang dan berliku karena persoalan pendidikan sangat terkait dengan faktor lain, termasuk masalah ekonomi, keamanan dan masalah sosial lainnya. Para guru pun diharapkan mulai mengubah cara belajar kepada siswa. Para guru pun tidak boleh lagi memberikan tekanan kepada siswa seperti pelajaran menghafal dan memberikan soal pilihan ganda multiple choice karena bisa berdampak pada pembentukan kepribadian. Peran pendidikan, sebagai sarana pemberdayaan, harus secara sadar menyiapkan peserta didik dalam kehidupan masyarakat baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Pemberdayaan hanya mempunyai makna jika proses pemberdayaan menjadi bagian dan fungsi dari kebudayaan. Oleh karena itu, pendidikan harus menumbuhkan jiwa independensi, menggerakkan pernyataan diri dan para pendidik mengajar siswa untuk hidup dalam harmoni dengan menghargai adanya perbedaan. Ke depannya, sistem pendidikan harus berubah dari instruksional menjadi motivasional berprestasi, berkreasi, dan berbudi pekerti. Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.Didalam agama islam, shalat di ibaratkan sebagai tiang pada sebuah bangunan. Menghormati orang tua, maka sudah termasuk anak yang soleh. Contoh Teks Ceramah Singkat Tentang Pendidikan Halaman All Kompas Com : Kesimpulan pidato saya ialah adab menghormati orang tua adalah salah satu adab yang baik kepada .. Menghormati orang tua, maka sudah
Islamsangat mementingkan pendidikan dan ilmu pengetahuan, bahkan ia mendorong pemeluknya supaya mencari ilmu pengatahuan kapan dan di mana pun. Ia juga menempatkan pakar ilmu pengetahuan pada peringkat yang tinggi (al-Baqarah/2:31-32; Fâthir/35:28; al-Zumar/39:9; al-Mujâdalah/58:11 dan al-'Alaq/96: 1-5).
Contoh naskah ceramah singkat tentang pendidikan untuk dipresentasikan di depan kelas Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Yang terhormat bapak kepala sekolah ………. Bapak ibu guru beserta stafnya Tak ketinggalan teman-teman semua yang saya banggakan baca juga ceramah singkat tentang hari kiamat Yang pertama kita awali dengan ucapan syukur alhamdulillah pada allah, yang telah memberikan kita nikmat islam dan nikmat sehat ini sehingga kita semua bisa berkumpul semua disini dalam rangka acara ……………, semoga kita semua di ridhoi allah swt. Yang kedua shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan pada junjungan nabi kita Muhammad SAW yang telah membawa ajaran islam ini dari jaman kegelapan sampai ke jaman yang bercahaya ini. Semoga kita semua bisa mendapatkan syafaat nanti di akhirat amin yarabbal alaminnn. Hadirin yang saya hormati. Saya selaku wakli dari seluruh siswa sekolah …………….., untuk memberikan penyampaian sambutan atau pidato. Nah dalam hal ini saya akan menyampaikan pidato dengan tema “ Pentingnya Pendidikan “ Pendidikan merupakan suatu prosed di mana interaksi antara murid dan guru pengajar sedang berlangsung, baik di sekolahan maupaun di tempat lain. Yang menyebabkan murid dapat mengetahui suatu hal atau suatu materi yang di ajarkan oleh guru atau sang pengajar. Di indonesia pendidikan sangatlah di pentingkan, karena WAJAR selama 12 tahun, hal ini jika di lihat kenyataan kita semua di wajibkan belajar hanya sampai lulusan SMK atau SMA. Namun jaman sekarang atau istilah lainnya yaitu jaman now, banyak anak-anak yang keluar dari sistem pendidikan di sekolah. banyak orang yang kurang memperhatikan pendidikan, mereka memilih untuk tidak sekolah dan memilih untuk menjadi anak jalanan, mereka belum terfikir untuk masa depan. Hanya kesenangan yang masih di cari. Menjadi seorang murid haruslah giat dalam melakuakn kegiatan belajar baik di sekolah maupun di tempat les atau tempat belajar yang lain. Karena tugas seorang murid yaitu belajar, agar dapat memahami teori yang di berikan oleh guru pembimbing, namun sekarang banyak pula murid dan siswa yang berani dengan guru mereka sendiri. Demikian ceramah singkat yang bisa saya sampaikan. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bersabda "Carilah ilmu walau ke negeri cina. (HR.Ibn Ady dan Baihaqi) Hadirin sekalian yang berbahagia . Baca juga Mengenal Kisah Singkat Nasab Rasulullah. Banyak jalan yang di tempuh dalam mencari ilmu.Ada yang mencari ilmu dengan mendegarkan ceramah agama (pengajian-pengajian), ada yang mencari ilmu lewat membaca buku-buku, ada yang
Ilustrasi seorang pria Muslim yang melakukan ceramah. Foto PexelsCeramah tentang akhlak umumnya bertujuan untuk memberikan nasihat dan petunjuk mengenai hubungan manusia dengan Tuhan maupun sesama makhluk ciptaan-Nya. Akhlak dapat mencakup segala tingkah laku, perangai, dan karakter berasal dari bahasa Arab "khuluqun" yang dapat diartikan sebagai budi pekerti, tabiat, kebiasaan, dan tingkah laku. Secara istilah, akhlak adalah sifat yang melekat dalam jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan akhlak adalah segala perbuatan manusia yang dapat dinilai baik maupun buruk. Dalam Islam, memiliki akhlak yang baik sangatlah penting. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits berikut"Tidak ada sesuatu apa pun yang lebih besar di dalam timbangan Mizan dibandingkan akhlak mulia." HR. AhmadSaah satu cara untuk memahami tentang akhlak yang baik adalah melalui ceramah. Ada beberapa ceramah tentang akhlak yang bisa dijadikan referensi dan pembelajaran. Ceramah tentang AkhlakIlustrasi umat Muslim yang sedang mendengarkan ceramah. Foto PexelsDirangkum dari buku Ayo Mahir Berceramah untuk SMA/MA oleh Indah Kumara Putri, dkk., serta Kebaikan Akhlak dan Budi Bekerti oleh Retno Widiyastuti, berikut adalah beberapa ceramah tentang akhlak yang bisa dipahami umat Ceramah tentang Akhlak 1Assalamualaikum warahmatullahi kesempatan kali ini, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak sekali nikmat sehat, nikmat iman, serta hidayah-Nya kepada kita selaku hamba-Nya, sehingga dapat berkumpul di tempat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, di mana atas berkat perjuangan beliau dan para sahabatnya sehingga kita dapat merasakan indahnya Islam seperti sekarang yang dirahmati Allah, saya akan menyampaikan ceramah tentang akhlak. Akhlak merupakan sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan kita terjun ke dunia masyarakat, kita haruslah mempunyai bekal akhlak atau perilaku yang baik terhadap diri kita terhadap diri sendiri adalah pemenuhan kewajiban seseorang terhadap dirinya sendiri, baik yang menyangkut kebutuhan jasmani maupun atau perilaku terpuji yang harus dimiliki manusia terdiri dari beberapa sifat, salah satunya jujur. Perilaku jujur merupakan dasar dari sendi kehidupan. Jujur adalah sikap dasar untuk membangun kepercayaan dari orang lain. Seseorang yang tidak memiliki kejujuran tidak akan memperoleh kepercayaan dari siapa itu, kita harus memiliki rasa percaya diri. Rasa percaya diri sangat kita perlukan agar kita tidak ragu dalam menjalankan tugas yang menjadi tanggung jawab dalam kehidupan kehidupan bersosial, kita juga perlu memiliki sikap ramah dan sopan untuk menjaga hubungan antarsesama tanpa mempunyai perasaan bahwa diri kita lebih baik dibandingkan dengan yang dalam menjalani kehidupan, sikap ikhlas sangat diperlukan agar hati menjadi tenang. Ikhlas berarti memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Sikap ikhlas ini akan membuat seseorang memiliki jiwa sosial yang yang baik akan membedakan kita sebagai manusia dengan makhluk yang lain, serta mengangkat manusia ke derajat yang tinggi dan mulia. Sedangkan akhlak yang buruk akan membinasakan diri Anda memahami pentingnya memiliki akhlak yang baik, maka teruslah berusaha untuk berbuat baik kepada diri sendiri dan orang apa yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf, semoga apa yang telah saya sampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih atas warahmatullahi seorang pria yang melakukan ceramah di hadapan jemaah Muslim. Foto Unsplash2. Ceramah tentang Akhlak 2Assalamualaikum warahmatullahi kita bersyukur atas rahmat serta kasih sayang yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita selaku umatnya dari zaman jahiliyah menuju zaman ilmiah seperti sekarang kesempatan kali ini bahasan kita adalah mengenai pentingnya akhlak terhadap keluarga. Keluarga merupakan bagian terkecil dari suatu masyarakat. Akhlak dalam sebuah keluarga akan ditentukan oleh akhlak dari para anggota keluarga atau orang-orang yang ada di keluarga itu. Misalnya, akhlak suami terhadap istri dan sebaliknya, akhlak ibu terhadap anak dan sebaliknya, serta akhlak anak terhadap kakek, nenek, dan orang yang lebih masing-masing anggota keluarga mempunyai akhlak yang baik, maka kebahagiaan dalam sebuah keluarga akan merupakan tempat pendidikan akhlak dan budi pekerti yang terbaik dibandingkan tempat pendidikan yang lain. Hal ini karena melalui keluarga, orang tua dapat memberikan pendidikan akhlak kepada anak sedini lingkungan keluarga inilah pembentukan akhlak lebih mudah diterima oleh anak. Keluarga bisa dibilang sebagai "jalan tol" untuk membentuk akhlak dan budi pekerti anak. Melalui pendidikan akhlak dan budi pekerti yang berbasis keluarga, anak akan makin sadar terhadap kehadiran dirinya di dunia. Dalam keluarga dan lingkungan sekitar yang harmonis, anak akan cenderung berakhlak dan berbudi pekerti baik. Sebaliknya, pada anak yang tumbuh dalam keluarga yang kurang harmonis, pembentukan akhlaknya akan kurang demikian, kita sebagai orang tua penting untuk mengajarkan akhlak yang baik kepada anak. Seperti yang kita ketahui, sekarang banyak sekali anak yang memiliki sikap kurang sopan dan baik terhadap orang lain. Untuk itu, didikan dari orang tua dan keluarga sangat rasa demikian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Terima warahmatullahi Ceramah tentang Akhlak 3Assalamualaikum warahmatullahi kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak sekali kenikmatan kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang insya Allah mulia serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, di mana atas berkat perjuangan beliau dan para sahabatnya sehingga kita dapat merasakan indahnya Islam seperti sekarang yang dirahmati Allah, pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan ceramah singkat mengenai salah satu bentuk akhlak yang baik terhadap Allah, yaitu ikhlas. Dalam arti yang sering kita ketahui bahwa ikhlas merupakan segala sesuatu yang dilakukan tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Arti ikhlas ini sudah benar, tapi sebenarnya kurang tepat. Dalam agama Islam, ikhlas berarti melakukan sesuatu karena Allah. Misalnya, dalam hal ibadah, ikhlas berarti melakukan ibadah karena Allah, bukan karena yang lain, seperti ingin dipuji dan ingin terlihat saleh, tetapi memang benar-benar karena Allah. Sebagaimana dengan firman Allah dalam surah Al-Bayyinah ayat 5 yang artinya, "Tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk mengikhlaskan agama untuk-Nya."Ikhlas akan menjadi sangat penting untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Sebab, pada setiap amalan yang kita lakukan tanpa didasari dengan keikhlasan, maka amalan tersebut dipandang tidak sah di hadapan juga menjadi alat ukur pada setiap amalan yang kita lakukan. Semakin kita ikhlas, maka pahala yang akan kita dapatkan juga akan semakin besar. Semakin ikhlas seseorang dalam beramal, maka akan semakin besar pula balasan yang akan Anda memahami pentingnya ikhlas dalam kehidupan sehari-hari, maka latihlah hati untuk selalu ikhlas pada setiap hal. Saya rasa cukupkan sekian, semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat. Kurang lebihnya mohon maaf. Terima warahmatullahi itu akhlak?Apa tujuan ceramah tentang akhlak?Kata akhlak berasal dari mana?
OptimalisasiCeramah Spiritual Islam Dalam Penurunan deni ceramah ramadhan ke 25 membangun kerukunan, efektifitas pendidikan kesehatan dengan metode ceramah , contoh jurnal pendidikan agama islam, optimalisasi ceramah spiritual islam dalam penurunan, bab ii kajian pustaka a pembelajaran pendidikan agama, makna diri penderita hiv aids yang mendapatkan 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID DnzhnPHsObwTs2PirIk_eBlcR4db7G9LfsZT1eNcCUBELiRzfnR_Uw== Ayatayat Al-Quran tentang Pendidikan: QS. Al-Jumu'ah Ayat 2 هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ JAKARTA - Wakil Ketua Umum Persis KH Jeje Zaenudin menuliskan salah satu tema khutbah Jumat yang bisa dibacakan oleh khatib. Temanya adalah tentang Pendidikan Islam Bagi Generasi Milenial. Berikut ini teks khutbahnya Ma’asyaral Muslimin Sidang Jumat berganti tahun semakin jauh kita meninggalkan masa kenabian dan semakin dekat kita kepada masa berakhirnya kehidupan semesta. Suka ataupun tidak itulah sunnatullah yang pasti berlaku. Sebagaimana siang dan malam dipergilirkan, zaman datang dan pergi silih berganti, seperti itu pula umat manusia. Generasi demi generasi menusia datang silih berganti untuk berkompetisi memperlihatkan karyanya yang terbaik di muka bumi. Dalam perjuangannya mewujudkan tugas kewajiban sebagai hamba-hamba Allah dan khalifah-khalifahnya di muka bumi ini. Allah telah mengingatkan kepada kita dan semua umat manusia pada umumnya,وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti yang berkuasa sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu daripada kaum Nuh itu. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ الانعام 6“Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal generasi itu telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain”Pada ayat di atas Allah informasikan bahwa generasi Kaum Ad adalah generasi baru yang datang menggantikan generasi kaum Nuh yang sebagian besarnya binasa dengan bencana banjir dunia. Allah beri keistimewaan kepada mereka memiliki postur tubuh lebih kuat dari generasi sebelumnya. Dan pada ayat yang kedua Allah peringatkan suatu hukum sejarah sebagai ketetapan sunnatullah tentang timbul tenggelamnya, bangkit dan runtuhnya peradaban suatu generasi umat dan bangsa generasi itu terus berlangsung sampai hari kiamat dan sampai hari ini telah sampai pada masa kita dan generasi yang sedang bersiap mengambil alih dan melanjutkan estafeta perjuangan generai sebelumnya yang sedang berlangsung, mereka inilah yang populer disebut generasi Y atau generai Millenial. Berdasarkan klasifikasi dan kategorisasi yang dikemukakan sebagian pakar teori perbedaan generasi, di mana generasi Y atau generasi Milenial adalah generasi yang lahir pada rentang waktu antara 1981 sampai dengan tahun 2000, maka generasi Y adalah generasi yang paling potensial dari segala aspek. Mereka yang berada antara usia 19 tahun hingga 40 tahun mereka yang sedang menapaki jenjang pendidikan tinggi hingga yang sedang memasuki kemapanan dalam karir. Mereka adalah generasi yang paling menentukan kehidupan agama, umat, dan bangsa di masa yang akan datang. Jika mengacu kepada hasil riset Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik yang diterbitkan pada tahun 2018,tentang Profile Generasi Milenial Indonesia jumlahnya mencapai 33,75 persen dari total penduduk Indonesia yang tahun 2019 ini diperkirakan mencapai angka 265 juta jiwa. Maka nasib bangsa ke depannnya akan sangat ditentukan oleh peran dan kiprah mereka itu yang jumahnya lebih dari sepertiga sebuah keniscayaan dan ketetapan sunnatullah, peralihan generasi dan pergantian kepemimpinan di muka bumi termasuk tema yang sering diungkapkan oleh Al-Quran dengan menggunakan terma istikhlaf, pergantian generasi kepemimpinan, sedang generasi para penggantinya disebut dengan khalifah, khulafa, dan khalaif . Sebagai contoh adalah pernyataan Al Qur’an, وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ [النور 55]“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” An Nur 55 Tetapi yang terpenting diperingatkan oleh Al-Qur’an adalah tentang karakteristik dan kualitas para generasi tersebut. Dimana peralihan generasi dan kepemimpinan tidak selamanya berlangsung linear tetapi seringkali terjadi secara sepiral bahkan regresif. Pada Surat Al A’rof ayat ke 168-169 Al Quran menggambarkan kemunduran yang terjadi pasca peralihan generasi وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَلِكَ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ .فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا الْكِتَابَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَذَا الْأَدْنَى وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِنْ يَأْتِهِمْ عَرَضٌ مِثْلُهُ يَأْخُذُوهُ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِيثَاقُ الْكِتَابِ أَنْ لَا يَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوا مَا فِيهِ وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ “Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan nikmat yang baik-baik dan bencana yang buruk-buruk, agar mereka kembali kepada kebenaran” 168 “Maka datanglah sesudah mereka generasi yang jahat yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata "Kami akan diberi ampun." Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu pula, niscaya mereka akan mengambilnya juga. Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?. Dan kampung akhirat itu lebih bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?” 169 Secara lebih spesifik disebutkaan oleh Al-Quran pada Surat Maryam ayat 59 bahwa datangnya generasi yang rusak itu adalah generasi yang memilih jalan hawa nafsu dan hedonisme daripada jalan ketaatanفَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti yang jelek yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,” 19 59Ayat-ayat di atas berbicara tentang peralihan generasi yang meyedihkan. Di mana generasi pendatang tidak mampu menjaga warisan kekayaan kemuliaan yang ditinggalkan nenek moyang mereka yang telah dibangun dengan fondasi dan nilai-nilai wahyu yang dibawa para Nabi mereka yang diungkapkan Al-Quran tentang pergantian generasi dan perubahan karakter serta budaya hidup pada umat-umat terdahulu mengandung pelajaran dan peringatan berharga bagi umat Nabi Muhammad yang dipersiapkan sebagai umat terakhir dari perjalanan umat manusia, dimana karakteristik utamanya adalah tidak ada lagi kepemimpinan para Nabi dan Rasul karena sudah diakhiri dengan wafatya terakhir Nabi Muhammad, mereka terlahir untuk mewarisi nilai-nilai agung itu berupa sumber ajarannya yang ditinggalkan kepada mereka, yaitu kitab Allah dan Sunnah Nabinya. “Aku tinggalkan kepada kalian dua pusaka, yang jika kaian pedomani dengan seuat tenaga, niscaya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitab Alah dan Sunnah Nabinya”.Di sisi lain Al-Quran juga mengingatkan bahwa generasi demi generasi yang lahir dari rahim Umat Islam ini, senantiasa bercampur di tengah mereka tiga kelompok generasi umat yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda kualitasnya. ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada pula yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar”. Fathir 32Mengacu kepada uraian para mufassir, bahwa kelompok generasi umat Nabi Muhammad yang zhalimun linafsih atau yang “menganiaya diri sendiri” adalah mereka yang meninggalkan kewajiban dan tanggungjawabnya kepada agama dan umat dan sebaliknya senantiasa melanggar apa yang dilarang kepada mereka. Kelompok generasi pewaris yang muqtashid “pertengahan” atau “biasa-biasa saja” adalah mereka generasi yang merasa cukup puas dengan telah mampu menunaikan apa yang menjadi kewajiban pokok pribadi mereka dan meninggalkan apa yang diharamkan agama kepada mereka, tetapi tidak mempunyai kesadaran dan kepekaan terhadap tanggung jawab kolektif mereka sebagai pemimpin umat. Kesalehan mereka baru sebatas mengamalkan pada yang wajib dan meninggalkan yang haram, tanpa dibarengi kegairahan atas tanggungjawab sosial dan kolektif mereka. Sebagaimana belum peduli menghidupkan kebaikan-kebaikan dan pengorbanan yang bersifat sukarela dan pengabdian. Sedang kelompok generasi ketiga diistilahkan oleh Al-Qur’an dengan sebutan “sabiqun bil kaerat”, yaitu generasi pejuang dan pelopor yang semangatnya adalah berlomba dan berkompetisi dalam kebaikan. Kita tentu semua berharap bahwa peralihan generasi itu berpindah dan berlanjut kepada generasi-generasi yang berkelas “sabiqun bil khaerat”, generasi pelopor bukan pengekor, generasi pejuang bukan pemalas, generai pemenang bukan pecundang, generasi yang mampu berkarya bukan yang hanya bercerita, merekalah yang mendapat jaminan Al-Quran bahwa di tangan generasi seperti itulah kajayaan dan karunia Allah yang besar akan dilimpahkan kepada mereka. Namun keberhasilan dan tidaknya membangun generasi milenial yang berkarakter sabiqun bil khaerat kepada kepada kesungguhan mempersiapkannya, mendidik dan membinanya. Kebangkitan generasi para pejuang dan pemenang tentu adalah dipersiapkan bukan kebetulan. Kita menyadari bahwa generasi Y atau generasi milenial tumbuh dan berkembang dengan tanggung jawab, peluang dan tantangan yang berbeda dan bisa lebih berat dari yang dihadapi kita dan yang sebelumnya. Maka tidak mungkin generasi yang hidup dengan zaman dan tantangan yang berbeda dididik dan dipersiapkan dengan cara dan metode tradisisonal yang sudah ketinggalan yang menonjol dari generasi milaenial adalah penguasaanya terhadap teknologi informasi dan media sosial. Dengan kemudahan belajar dan mendapatkan akses informasi dan pengetahuan dengan caranya sendiri melalui teknologi, Sehingga mereka tidak bisa lagi diajari atau didik dengan cara otoriter dan konvensional. Kemudahan akses informasi sangat membantu mempercepat dan mempermudah transfer berita dan pengetahuan, tetapi pada waktu bersamaan peluang untuk mendapat informasi dan pemahaman keagamaan yang sudah terkontaminasi pemahaman yang destruktif bagi nilai-nilai agama, norma dan moral sosial semakin terbuka lebar. Tidak mengherankan jika kemudian generasi milenial menjadi market yang potensial bagi penyebaran berbagai virus perusak pemikiran, akidah, ideologi, hingga perilaku menyimpang. Dari paham intoleran dan terorisme hingga paham sekuler, liberal, bahkan tugas utama generasi tua adalah bagaimana memberi ruang dan kesempatan pendidikan yang layak, patut, dan sesuai dengan kamajuan , tantangan dan peluang zaman yang mereka bersabda, “Ajaklah manusia berbicara dengan kadar akal mereka”. Ali bin Abu Thalib berkata, “Sampaikanlah kepada manusia apa yang bisa mereka pahami, sudikah kalian Allah dan Rasul-Nya didustakan manusia karena kesalahan penyampaian kalian”. Umar mengatakan, “Didiklah anak-anak kalian, karena sesungguhnya mereka akan menghadapi suatau zaman yang berbeda dengan zaman kalian ini”.Maka dengan demikian, yang dibutuhkan sekarang dan seterusnya adalah dakwah dan pendidikan Islam yang senafas dengan perubahan zaman yang media utamanya adalah teknologi informasi dengan konten-konten yang dibutuh semua kalangan manusia dan terutama dapat menjadi bekal bagi generasi Milenial dalam menunaikan tanggungjawab mereka sebagai generasi pengganti yang siap memberi solusi terhadap berbagai problema kehidupan umat manusia, khususnya dalam membangun kejayaan umat dan bangsa Indonesia yang menjadi cerminan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Kegagalan dakwah dan pendidikan akan berdampak kegagalan mencetak generasi yang siap dan mampu mengemban amanah sejarah sebagai para pewaris risalah nubuwah akhir zaman yang berakibat kehencuran peradaban umat di masa yang akan datang. Kita tentu berlindung dari kemungkinan buruk seperti lii wa lakum bil qur’anil karim wa naf’ani wa iyyakum bima fihi minal ayati wa zikril hakim. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini LK3Lwxw.