Adapunperbedaan antara akhlak dan tasawuf. Secara definisi akhlak adalah suatu tingkah laku yang dilakukan seseorang yang biasanya orang tersebut melakukan perbuatan tersebut dengan baik atau yang disebut akhlak terpuji, tetapi ada juga orang yang melakukan perbuatan buruk sehingga disebut akhlak tercela. Akhlak sendiri berasal dari bahasa
Perbedaan Akhlak Dan Tasawuf – Akhlak dan Tasawuf memiliki perbedaan yang mendasar. Mereka berdua berfungsi untuk membantu manusia menjadi lebih baik, tetapi mereka memiliki tujuan yang berbeda. Akhlak menekankan perilaku moral dan etika manusia. Ini mencakup bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, bagaimana mereka menghormati orang lain, bagaimana mereka menangani masalah dan konflik, dan bagaimana mereka merespon pada orang lain. Akhlak menuntut manusia untuk menjadi baik dan bertindak secara jujur, adil, dan bermoral. Tasawuf, di sisi lain, adalah suatu bentuk spiritualitas yang menekankan hubungan antara manusia dan Tuhan. Ini mencakup introspeksi dan pengembangan batin. Tujuan dari tasawuf adalah untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan. Kedua akhlak dan tasawuf memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan manusia. Akhlak membantu kita menjadi manusia yang lebih baik dan bertanggung jawab, sementara tasawuf membantu kita meningkatkan ketenangan dan kebahagiaan melalui hubungan dengan Tuhan. Karena perbedaannya, akhlak dan tasawuf dapat membantu manusia dalam cara yang berbeda. Akhlak membantu kita menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain, sementara tasawuf membantu kita menemukan ketenangan dan kebahagiaan melalui hubungan dengan Tuhan. Perbedaan antara akhlak dan tasawuf adalah bahwa akhlak berfokus pada bagaimana kita berperilaku di depan orang lain dan bagaimana kita menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan Tuhan. Akhlak juga berfokus pada bagaimana kita menangani masalah dan konflik, sementara tasawuf berfokus pada introspeksi dan pengembangan batin. Kesimpulannya, akhlak dan tasawuf memiliki perbedaan yang mendasar. Mereka berdua memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan manusia, tetapi mereka memiliki tujuan yang berbeda. Akhlak berfokus pada perilaku moral dan etika manusia, sementara tasawuf berfokus pada hubungan antara manusia dan Tuhan. Dengan menggabungkan keduanya, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan dan juga menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain. Daftar Isi 1 Penjelasan Lengkap Perbedaan Akhlak Dan 1. Perbedaan antara akhlak dan tasawuf adalah akhlak berfokus pada bagaimana kita berperilaku di depan orang lain dan bagaimana kita menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan 2. Akhlak menekankan perilaku moral dan etika manusia, termasuk bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, bagaimana mereka menghormati orang lain, bagaimana mereka menangani masalah dan konflik, dan bagaimana mereka merespon pada orang 3. Tasawuf adalah suatu bentuk spiritualitas yang menekankan hubungan antara manusia dan Tuhan, termasuk introspeksi dan pengembangan 4. Tujuan dari akhlak adalah untuk menjadi baik dan bertindak secara jujur, adil, dan bermoral, sedangkan tujuan dari tasawuf adalah untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan 5. Kedua akhlak dan tasawuf memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan manusia, tetapi mereka memiliki tujuan yang 6. Dengan menggabungkan keduanya, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan dan juga menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain. Penjelasan Lengkap Perbedaan Akhlak Dan Tasawuf 1. Perbedaan antara akhlak dan tasawuf adalah akhlak berfokus pada bagaimana kita berperilaku di depan orang lain dan bagaimana kita menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan Tuhan. Akhlak dan tasawuf adalah dua istilah yang sering digunakan dalam agama dan filsafat. Akhlak berfokus pada bagaimana kita berperilaku di depan orang lain dan bagaimana kita menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan Tuhan. Kedua konsep ini berbeda dan keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Akhlak adalah karakter atau prinsip moral yang ditemukan di dalam agama atau filsafat. Akhlak berkaitan dengan bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, dan mencakup norma-norma sosial dan etika yang dipelajari, diterapkan, dan dipraktekkan. Akhlak menekankan menjaga perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapat berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang positif dan sopan. Tasawuf adalah cabang dari ilmu spiritual dan filsafat agama yang berfokus pada hubungan antara manusia dengan Tuhan. Istilah ini dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai aspek spiritual, termasuk pengalaman spiritual, pencarian akan kebenaran, dan komitmen yang dibutuhkan untuk mencapai kebahagiaan spiritual. Tasawuf memfokuskan pada pengembangan kebajikan, pemahaman akan kebenaran, dan kesadaran spiritual yang dapat membantu orang mencapai kejelasan spiritual. Kesimpulannya, akhlak dan tasawuf adalah konsep yang berbeda, dengan tujuan yang berbeda. Akhlak berfokus pada bagaimana orang berperilaku di depan orang lain dan bagaimana menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan Tuhan. Akhlak menekankan menjaga perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan tasawuf menekankan pada pengembangan kebajikan, pemahaman akan kebenaran, dan kesadaran spiritual yang dapat membantu orang mencapai kejelasan spiritual. 2. Akhlak menekankan perilaku moral dan etika manusia, termasuk bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, bagaimana mereka menghormati orang lain, bagaimana mereka menangani masalah dan konflik, dan bagaimana mereka merespon pada orang lain. Akhlak adalah sebuah konsep yang berkaitan dengan tingkah laku dan perilaku manusia. Akhlak menekankan perilaku moral dan etika manusia, termasuk bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, bagaimana mereka menghormati orang lain, bagaimana mereka menangani masalah dan konflik, dan bagaimana mereka merespon pada orang lain. Akhlak menekankan perilaku manusia yang baik dan bermoral, yang memberikan contoh bagi orang lain untuk diikuti. Akhlak juga menekankan pada penghormatan pada orang lain dan menghindari tindakan yang tidak adil, tidak hormat, dan tidak menghormati. Akhlak menekankan penggunaan bahasa yang baik, menghormati hak asasi manusia, dan menghindari tindakan yang dapat menyebabkan kekerasan atau kecaman. Tasawuf, atau juga dikenal sebagai Sufisme, adalah sebuah aliran spiritual Islam yang berfokus pada aspek spiritual dan rohani dari kehidupan manusia. Tasawuf menekankan pada keintiman dengan Tuhan dan pembentukan hubungan antara manusia dan Tuhan. Tasawuf juga menekankan pada peningkatan spiritual dan perkembangan manusia, dengan berfokus pada pengalaman spiritual dan rohani. Dalam tasawuf, orang-orang berusaha untuk mencapai keintiman dengan Tuhan melalui berbagai cara, termasuk meditasi, doa, dan pengalaman spiritual lainnya. Tasawuf juga menekankan pada pengalaman spiritual yang berbeda-beda, tergantung pada tradisi dan ajaran masing-masing. Kesimpulannya, Akhlak menekankan pada perilaku moral dan etika manusia, sementara Tasawuf menekankan pada pengalaman spiritual dan rohani. Akhlak menekankan pada penghormatan pada orang lain dan menghindari tindakan yang tidak adil, tidak hormat, dan tidak menghormati, sementara Tasawuf menekankan pada keintiman dengan Tuhan dan pembentukan hubungan antara manusia dan Tuhan. Kedua aliran ini berbeda satu sama lain, tetapi bisa berjalan bersama untuk membentuk perilaku manusia yang baik dan bermoral. 3. Tasawuf adalah suatu bentuk spiritualitas yang menekankan hubungan antara manusia dan Tuhan, termasuk introspeksi dan pengembangan batin. Tasawuf merupakan suatu bentuk spiritualitas yang menekankan hubungan antara manusia dan Tuhan. Hal ini termasuk introspeksi dan pengembangan batin. Tasawuf adalah bentuk praktik spiritual yang cukup luas yang telah dikembangkan selama berabad-abad. Ini adalah salah satu dari cabang-cabang utama agama Islam. Akhlak adalah suatu bentuk moralitas atau etika yang memandu perilaku manusia. Hal ini berfokus pada perilaku yang layak dan etika yang tepat. Hal ini berfokus pada bagaimana orang menghormati satu sama lain dan bagaimana orang menjaga sikap yang saling menghormati. Akhlak juga mencakup bagaimana orang harus bertindak di hadapan Tuhan. Perbedaan utama antara akhlak dan tasawuf adalah bahwa tasawuf lebih berfokus pada pengembangan batin dan hubungan antara manusia dan Tuhan, sedangkan akhlak lebih berfokus pada perilaku dan etika sosial dan bagaimana orang harus bertindak di hadapan Tuhan. Tasawuf berfokus pada pengembangan batin melalui pengalaman spiritual dan berfokus pada hubungan antara manusia dan Tuhan. Tasawuf adalah praktik spiritual yang cukup luas yang telah dikembangkan selama berabad-abad. Ini termasuk meditasi, pengamalan kebaikan, dan juga mencakup aspek-aspek seperti pengorbanan, pengampunan, dan pemahaman. Akhlak adalah suatu bentuk moralitas yang memandu perilaku manusia. Hal ini berfokus pada perilaku yang layak dan etika yang tepat. Hal ini juga berfokus pada bagaimana orang harus bertindak di hadapan Tuhan. Akhlak adalah sebuah sistem yang mengatur bagaimana orang harus bersikap dan bertindak di hadapan orang lain. Kedua bentuk praktik spiritual ini memiliki tujuan yang berbeda. Tasawuf adalah bentuk praktik spiritual yang lebih berfokus pada pengembangan batin dan hubungan antara manusia dan Tuhan, sedangkan akhlak lebih berfokus pada perilaku dan etika sosial dan bagaimana orang harus bertindak di hadapan Tuhan. Namun, keduanya berkontribusi untuk membentuk orang menjadi lebih baik. 4. Tujuan dari akhlak adalah untuk menjadi baik dan bertindak secara jujur, adil, dan bermoral, sedangkan tujuan dari tasawuf adalah untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan. Akhlak dan Tasawuf adalah dua cabang yang berbeda dari upaya manusia untuk memahami dan mengejar kebahagiaan. Keduanya berbeda satu sama lain dalam tujuan, cara, dan pandangan mereka tentang kebahagiaan. Akhlak menekankan pada moral dan etika serta tujuan untuk menjadi baik dan bertindak secara jujur, adil, dan bermoral, sedangkan Tasawuf menekankan pada hubungan spiritual dengan Tuhan dan tujuan untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan. Tujuan utama dari akhlak adalah untuk menyempurnakan karakter dan melatih diri untuk bertindak dengan cara yang benar dan baik. Akhlak menekankan pada konsep etika dan moral. Etika menekankan pada perilaku yang benar dan bertanggung jawab, sementara moral menekankan pada konsep nilai-nilai abadi seperti kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Akhlak juga menekankan pada bagaimana seseorang dapat menjadi lebih baik dan mengembangkan karakternya melalui pembelajaran dan praktik. Akhlak adalah cara untuk menjadi orang yang bermoral dan bertanggung jawab yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan tujuan utama dari tasawuf adalah untuk membangun hubungan yang kuat antara manusia dan Tuhan. Tasawuf menekankan pada spiritualitas dan iman, dan tujuannya adalah untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi tentang spiritualitas melalui meditasi dan pengamatan. Tasawuf juga menekankan pada konsep bahwa Tuhan adalah sumber dari semua kebahagiaan dan ketenangan. Melalui tasawuf, seseorang dapat menjadi lebih sadar tentang hubungannya dengan Tuhan dan mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan spiritual dengan Tuhan. Kesimpulannya, Akhlak dan Tasawuf adalah dua cabang yang berbeda dari upaya manusia untuk memahami dan mengejar kebahagiaan. Akhlak menekankan pada moral dan etika serta tujuan untuk menjadi baik dan bermoral, sedangkan Tasawuf menekankan pada hubungan spiritual dengan Tuhan dan tujuan untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan. Akhlak mengajarkan prinsip etika dan moral untuk bertindak dengan cara yang benar dan bertanggung jawab, sedangkan Tasawuf mengajarkan tentang hubungan spiritual dengan Tuhan dan cara untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi tentang spiritualitas dan kebahagiaan. 5. Kedua akhlak dan tasawuf memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan manusia, tetapi mereka memiliki tujuan yang berbeda. Akhlak dan Tasawuf merupakan dua bidang yang berbeda dari ilmu keagamaan. Meskipun tujuan mereka berbeda, keduanya memiliki manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Akhlak adalah suatu disiplin yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesama manusia. Akhlak mengajarkan manusia untuk menjadi baik dan bermoral. Akhlak juga mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, toleransi, dan kesetaraan. Akhlak juga membantu manusia untuk mengetahui batasan moral yang berlaku dalam kehidupan sosial. Sedangkan Tasawuf adalah disiplin yang mempelajari hubungan manusia dengan Tuhan. Ini berfokus pada pengembangan dalam spiritualitas dan keintiman dengan Tuhan. Tujuan dari tasawuf adalah untuk membantu manusia mencapai pengalaman spiritual yang lebih dalam, yaitu mencapai kedekatan dengan Tuhan. Tasawuf mengajarkan manusia untuk meningkatkan kesadaran spiritual mereka, yang bertujuan untuk mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian. Kedua akhlak dan tasawuf memiliki tujuan yang berbeda namun memiliki manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Akhlak bertujuan untuk membantu manusia menjadi lebih bermoral dan berkelakuan baik. Akhlak juga membantu manusia untuk mengetahui batasan moral yang berlaku dalam kehidupan sosial. Sedangkan tasawuf bertujuan untuk membantu manusia mencapai pengalaman spiritual yang lebih dalam dan meningkatkan kesadaran spiritual mereka. Tasawuf juga bertujuan untuk mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian. Keduanya saling melengkapi dan membantu manusia dalam mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Akhlak membantu manusia untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia dan membantu manusia untuk mengetahui batasan moral yang berlaku dalam kehidupan sosial. Sedangkan tasawuf membantu manusia dalam mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian melalui pengalaman spiritual yang lebih dalam. Kesimpulannya, akhlak dan tasawuf memiliki tujuan yang berbeda namun memiliki manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Akhlak membantu manusia untuk menjadi lebih bermoral dan berkelakuan baik, sementara tasawuf membantu manusia dalam mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian melalui pengalaman spiritual yang lebih dalam. Keduanya saling melengkapi dan membantu manusia dalam mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. 6. Dengan menggabungkan keduanya, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan dan juga menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain. Akhlak dan Tasawuf adalah dua aspek penting dalam agama yang berbeda, tetapi saling berhubungan. Akhlak merupakan kumpulan nilai dan norma sosial yang mengatur perilaku manusia sehari-hari, sedangkan Tasawuf adalah sebuah ajaran spiritual yang berfokus pada hubungan manusia dengan Tuhan. Kedua aspek ini sangat berkorelasi, karena mereka berfokus pada keberagaman aspek spiritual dan moralitas manusia. Akhlak adalah kumpulan nilai dan norma sosial yang menentukan bagaimana kita harus berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diatur oleh pemahaman akan nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat dan berbeda-beda antara masyarakat satu dengan yang lain. Akhlak berfokus pada bagaimana kita harus berinteraksi dengan orang lain, memperlakukan orang lain dengan hormat dan menghormati serta mempertahankan integritas dan kejujuran. Akhlak juga berfokus pada bagaimana kita harus menghargai hak asasi manusia dan berusaha untuk mengikuti prinsip-prinsip moral yang berlaku di seluruh dunia. Tasawuf adalah sebuah ajaran spiritual yang berfokus pada hubungan manusia dengan Tuhan. Hal ini berfokus pada bagaimana seseorang dapat mencapai spiritualitas yang lebih dalam melalui pelatihan mental, meditasi, dan refleksi. Ajaran ini menekankan pentingnya menciptakan hubungan yang lebih erat dengan Tuhan melalui ibadah dan ritual-ritual spiritual. Tasawuf juga berfokus pada perkembangan karakter dan pemahaman tentang moralitas. Hal ini menekankan pentingnya menjadi orang yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan berperilaku adil terhadap orang lain. Dengan menggabungkan keduanya, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan dan juga menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain. Akhlak dan Tasawuf dapat bekerja bersama-sama dengan meningkatkan kesadaran spiritual dan moralitas manusia. Dengan mengikuti nilai-nilai dan norma-norma yang dianut oleh akhlak dan mencari hubungan spiritual yang lebih dekat dengan Tuhan melalui ajaran Tasawuf, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan. Akhlak dan Tasawuf berfokus pada mengatur perilaku manusia sehari-hari dan kehidupan spiritual, yang berarti bahwa keduanya harus digabungkan untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. Dengan menggabungkan Akhlak dan Tasawuf, kita dapat menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain, dan juga mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan.
Dianaraajaran-ajaran Ibnu Masarrah adalah sebagai berikut. 1) Jalan menuju keselamatan adalah menyucikan jiwa,zuhud,dan muhabbah yang merupakan asal dari semua kejadian. 2) Dengan penakwilan ala philun atau aliran Isma'i liyyah terhadap ayat-ayat alquran,ia menolak adanya kebangkitan jasmani. PERSAMAAN dan PERBEDAAN TASAWUF AKHLAQI, IRFANI dan FALSAFI Makalah Dipresentasikan Dalam Mata Kuliah Akhlak Tasawuf Oleh Alaik Ridhallah 1402046027 FAKULTAS SYARI’AH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2015 BAB I PEMBAHASAN Secara keilmuan, “tasawuf” adalah disiplin ilmu yang baru dalam syari’at Islam, demikian menurut Ibnu Khaldun”[1] istilah tasawuf adalah suatu makna yang mengandung arti tentang segala sesuatu untuk berupaya membersihkan jiwa serta mendekatkan diri kepada Allah dengan mahabbah yang sedekat-dekatnya. Tasawuf mempunyai banyak arti dan istilah yang semuanya itu merupakan ajaran tentang kesehajaan, kezuhudan, kesederhanaan, jauh dari kemegahan dan selalu merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Intinya segala perilaku dan perbuatannya semata-mata hanya untuk Allah SWT. Maka dari pengertian di atas, kami dari kelompok ini akan mencoba memaparkan tentang pengertian, perbedaan, dan persamaan tasawuf Akhlaki, Irfani dan Falsafi. 1. Apa pengertian Tasawuf Akhlaki, Irfani dan Falsafi ? 2. Apa Perbedaan Tasawuf Akhlaki, Irfani dan Falsafi ? 3. Apa Persamaan Tasawuf Akhlaki, Irfani dan Falsafi ? BAB II PEMBAHASAN Pengertian Tasawuf Akhlaki, Irfani dan Falsafi Allah Subhanahu Wata’ala dalam al-Qur’an Surah An-Naml ayat 74 وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ Artinya "Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan." Ayat di atas menunjukkan pada kita bahwa formalitas belum tentu sesuai dengan kegaiban dalam fikiran jalan fikiran dan kegaiban dalam hati niat dan hajat dalam hati. Tasawuf Irfani adalah tasawuf yang berusaha menyikap hakikat kebenaran atau makrifah diperoleh dengan tidak melalui logika atau pambelajaran atau pemikiran, tetapi melalui pemberian Tuhan mauhibah. Irfan secara etimologi bermakna pengetahuan, sebab irfan dan tasawuf islam menunjukkan suatu bentuk pengetahuan, dimana perjalanan suluk riyadha seorang hamba kepada Allah Swt.[2] Irfan secara global, terdapat empat periode yang dapat dijadikan patokan utama a. Pertama, dari sejak kemunculan ifran hingga masa Hallaj dan Rabi’ah. b. Kedua, dari sejak masa Rabi’ah hingga masa Abu Sa’id Abu khair. c. Ketiga, dari masa Abu Khair hingga Ibn Arabi. d. Keempat, dari masa Ibn Arabi hingga masa kini. Berikut ini penjelasa masing-masing bagian dari metode Irfani Riyadhah adalah latihan kejiwaan melalui upaya membiasakan diri agar tidak melakukan perihal yang mengotori jiwa. Didalam riyadhah ini juga diperlukan mujahadah, yaitu kesungguhan dalam berusaha dalam meninggalkan sifat-sifat buruk. Secara harfiah Tafakur berarti memikirkan sesuatu secara mendalam, sistematis, dan terperinci. Menurut Imam al-Ghazali, jika ilmu sudah sampai hati, keadaan hati akan berubah, jika hati sudah berubah, perilaku anggota badan juga berubah. Secara harfiyah Tazkiyat An-Nafs terdiri atas dua kata yaitu Tazkiyat dan An-Nafs. Kata tazkiyat bersal dari bahasa arab, yaitu isim masdar dari kata zakka yang berarti penyucian. Kata An-Nafs berarti begitu dapat diketahui Tazkitat An-Nafs bermakna penyucian jiwa. Istilah Zikr berasal dari bahsa Arab, yang berarti mengisyaratkan, mengagungkan, menyebut atau mengingat-ingat . Berzikir kepada Allah berati zikrullah, atau menggingatkan diri kepada Allah sebagai Tuhan yang disembah dengan sebaik-baiknya, Tuhan Maha Agung dan Maha Suci. Dzikrullah adalah tuntutan masalah ruhiyah atau yang berhubungan dengan masalah pengamalan ruhiyah batin. Dari pengertian dan penuturan di atas bisa kita simpulkan Sesungguhnya makrifat yang hakiki bukanlah ilmu tentang keesaan Tuhan, sebagaimana yang dipercayai orang-orang mukmin, bukan pula ilmu-ilmu burhan dan nazar milik para hakim, mutakalimin dan ahli balaghah, tetapi makrifat terhadap keesaan Tuhan yang khusus dimilki para ahli Allah. Sebab, mereka adalah orang yang menyaksikan Allah dengan hatinya, sehingga terbukalah baginya apa yang tidak dibukakan untuk hamba-hamban-Nya yang lain. Makrifat yang sebanarnya adalah bahwa Allah menyinari hatimu dengan cahaya makrifat yang murni seperti matahari tak dapat di lihat kecuali dengan cahayanya. Senantiasa seorang hamba mendekat kepada Allah sehingga terasa hilang dirinya, lebur dalam kekuasaan-Nya, mereka merasa berbicara dengan ilmu yang telah diletakkan Allah pada lidah mereka, mereka melihat demgan penglihatan Allah, mereka berbuat dengan perbuatan Allah. Kata tasawuf dalam bahasa Arab adalah membersihkan atau saling membersihkan kata membersihkan merupakan kata kerja yang membutuhkan objek. Objek tasawuf yaitu akhlak ahlaq juga berasal dari bahsa Arab yang secara bahasa bermakna pembuatan atau penciptaan. Dalam konteks Agama, akhlak bermakna perangiai, budi, tabiat, adab, atau tingkah laku. Jadi Tasawuf Ahlak bermakna membersihkan tingkah laku atau Sali8ng membersihkan tingkah laku. Allah Berfirman Surah as-Syams 7-8. وَتَقْوَٮٰهَا فُجُورَهَا فَأَلْهَمَهَا سَوَّٮٰهَا وَمَا وَنَفْسٍ Artinya“Dan jiwa serta penyempurnaannya ciptaannya,maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaannya”. Dalam tasawuf ahlaki, terdapat sistem pembinaan ahlak disusun sebagaqi berikut. Takhalli merupakan langkat pertama yang harus dijalani sesesorang, yaitu usaha mengosongkan diri dari perilaku atu ahlak tercela. Hal ini dapat dicapai dengan menjauhkan diri dari kemaksiatan dalam segala dan berusah melenyapkan dorongan hawa nafsu. Takhalli dapat dinyatakan menjauhkan diri dari kemaksiatan, kemewahan dunia, serta melepaskan diri dari hawa nafsu yang jahat, semua itu adalah penyakit hati yang merusak. Menurut kelompok sufi, maksiat dibagi menjadi dua, yakni maksiat fisik dan maksiat batin. Maksiat fisik adalah segala bentuk maksiat yang dilakukan atau dikerjakan oleh anggota badan yang secara fisik. Sedangkan maksiat batin adalah berbagai bentuk dan macam maksiat yang dilakukan oleh hati, yang merupakan organ batin manusia. Pada hakekatnya, maksiat batin ini lebih berbahaya dari pada maksiat fisik. Jenis maksiat ini cenderung tidak tersadari oleh manusia karena jenis maksiat ini adalah jenis maksiat yang tidak terlihat, tidak seperti maksiat fisik yang cenderung sering tersadari dan terlihat. Bahkan maksiat batin dapat menjadi motor bagi seorang manusia untuk melakukan maksiat fisik. Sehingga bila maksiat batin ini belum dibersihkan atau belum dihilangkan, maka maksiat lahir juga tidak dapat dihilangkan. Tahalli adalah upaya m,engisi atau menghiyasi diri dengan jalan membiasan diri dengan sikap, perilaku, dan akhak terpuji. Pada dasarnya, hari atau jiwa manusia dapatlah dilatih, diubah, dikuasai, dan dibentuk sesuai dengan kehendak manusia itu sendiri. Dengan kata lain sikap, atau tindakan yang dicerminkan dalam bentuk perbuatan baik yang bersifat fisik ataupun batin dapat dilatih, dirubah menjadi sebuah kebiasaan dan dibentuk menjadi sebuah kepribadian. Untuk penepatan dan prendalaman materi yang telah dilalui pada fase tahalli, rangkaian pendidikan akhlak disempurnakan pada fase tajalli. Tahap ini termasuk penyempurnsan kesucian jiwa hanya dapat ditempuh dengan satu jalan, yaitu cintu kepada Allah dan memeperdalam rasa kecintaan itu. Tahap Tajalli tentu saja tidak hanya dapat ditempuh dengan melakukan latihan-latihan kejiwaan yang tersebut di atas, namun latihan-latihan tersebut harus lah dapat ia rubah menjadi sebuah kebiasaan dan membentuknya menjadi sebuah kepribadian. Hal ini berarti, untuk menempuh jalan kepada Allah dan membuka tabir yang menghijab manusia dengan Allah, seseorang harus terus melakukan hal-hal yang dapat terus mengingatkannya kepada Allah, seperti banyak berdzikir dan semacamnya juga harus mampu menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat membuatnya lupa dengan Allah seperti halnya maksiat dan semacamnya. Ciri-ciri tasawuf akhlaki antarai yaitu a. Melandaskan diri pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. b. Kesinambungan antara hakikat dengan syari’at. c. Lebih bersifat mengajarkan dualisme dalam hubungan antar Tuhan dan manusia. d. Lebih terkonsentrasi pada soal pembinaan, pendidikan akhlak dan pengobatan jiwa dengnan cara latihan mental. Tidak menggunakan terminologi-terminologi filsafat. Terminologi-terminologi yang dikembangkan lebih transparan. Tasawuf falsafi adalah sebuah konsep ajaran tasawuf yang mengenal Tuhan Makrifat dengan pendekatan rasio filsafat hingga menuju ke tempat yang lebih tinggi bukan hanya merngenal tuhan saja melainkan yang lebih tinggi dari itu yaitu kesatuan wujud. Bisa jiga dikatan tasawuf filsafi yaitu tasawuf yang kaya dengan pemikiran-pemikiran filsafat. Kaum sufi falsafi, mereka meyakini bahwasannya alam semesta hanyalah bayangan fatamorgana dan biasan dari zat Allah. Semua yang ada adalah wujud Allah & jelmaan Allah. Jika demikian faktanya, seyogyanya kita merenungi sebuah riwayat, ketika Rasulullah saw. memarahi Umar Ibn al-Khattab ra karena kedapatan membawa sobekan taurat, Rasulullah bersabda مَا هَذَا أَلَمْ آتِ بِهاَ بَيْضَاءَ نَقِيَّةً؟ لَوْ أَدْرَكَنِي أَخِي مُوسَى حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلاَّ اتِّبَاعِي “Apa yang kamu bawa ini, bukankah aku telah membawa al-Qur’an yang jelas dan jernih? Kalau seandainya saudaraku Musa as. hidup pada zamanku, tentu beliau tidak akan susah-susah lagi, kecuali mengikutiku.” HR. Al-Amidi Dalam hadits ini dapat dipahami, umat Muhammad saw wajib mengikuti tuntunan Rasulullah saw dan al-Quran. Artinya umat Islam dilarang mengambil sumber pemikiran dari peradaban lain jika perkara tersebut sudah terdapat dalam sumber hukum Islam. Karena itu, dari aspek sumber pemikiran, tasawuf falsafi seringkali dianggap melakukan kesalahan, karena mengambil sumber teori tasawuf dari filsafat non-islam, meskipun para tokohnya pada akhirnya selalu mencoba menjustifikasi teori falsafinya dengan dalil qur`an atau hadits. Ciri umum tasawuf falsafi adalah ajarannya samar-samar akibat banyaknya istilah khusus yang hanya dapat dipahami oleh iapa saja yang memahami ajaran tasawuf jenis ini. Tasawuf falsafi tidak dapat dipandang sebagai filsafat karena ajarannya dan metodenya didasarkan pada rasa tetapi tidak dapat pula dikategorikan sebagai tasawuf dalam pergantiannya yang murni, karena ajarannya sering diungkapkan dalam bahasa filsafat dan lebih berorientasi pada panteisme. Menurut Ibnu Kaldun ada empat objek utama yang menjadikan perhatian para sufi filosof, antara lain sebagai berikut a. Pertama, latihan rohaniah dengan rasa, intuisi, serta introspeksi diri yang timbul darinya. b. Kedua, iluminasi atau hakikat yang tersingkap dari alam gaib, seperti sifat-sifat malikat, wahyu ,roh. c. Ketiga, peristiwa dalam alam yang berpengaruh terhadap berbagai bentuk keramatan atau keluarbiasaan. d. Keempat, menciptakan ungkapan-ungkapan yang pengertiannya sepintas samar-samar yang dalam hal ini telah melahirkan reaksi masyarakat berupa mengingkarinya dan menyetujuinya. B. Perbedaan Tasawuf Akhlaqi, Irfani dan Falsafi Adapun secara spesifik dapat di simpulkan bahwa perbedaan antara ketiga tasawuf tersebut adalah Tasawuf Akhlaqi merupakan ajaran akhlaq dalam kehidupan sehari-hari guna memperoleh kebahagiaan yang optimal. Dengan kata lain tasawuf akhlaqi adalah tasawuf yang berkonsentrasi pada teori-teori prilaku, akhlaq atau budi pekerti atau perbaikan akhlaq. Tasawuf Irfani merupakan tasawuf yang berusaha menyingkap hakikat kebenaran atau ma’rifah diperoleh dengan tidak melalui logika atau pembelajaran atau pemikiran tetapi melalui pemberian Tuhan mauhibah. Ilmu itu diperoleh karena si sufi berupaya melakukan tasfiyat al-Qalb. Dengan hati yang suci seseorang dapat berdialog secara batini dengan Tuhan sehingga pengetahuan atau ma’rifah dimasukkan Allah kedalam hatinya, hakikat kebenaran tersingkap lewat ilham intuisi ”tanpa berfikir”. Tasawuf Falsafi merupakan sebuah konsep ajaran tasawuf yang mengenal Tuhan ma’rifat dengan pendekatan rasio filsafat hingga menuju ketingkat yang lebih tinggi, bukan hanya mengenal Tuhan saja ma’rifatullah melainkan yang lebih tinggi dari itu, yaitu wahdatul wujud kesatuan wujud.[3] Persamaan Tasawuf Akhlaqi,Irfani dan Falsafi 1 Merupakan cabang dari ilmu tasawuf. 2 Tasawuf diciptakan sebagai media untuk mencapai maqashid al-Syar’I tujuan-tujuan syara’,karena bertasawuf pada hakikatnya melakukan serangkaian ibadah. 3 Sama-sama bertujuan beribadah pendekatan diri kepada Allah secara murni. 4 Ketiga bagian tersebut secara esensial semua bermuara pada penghayatan terhadap ibadah murni mahdhah untuk mewujudkan akhlak-alkarimah baik secara maupun sosial. BAB III PENUTUP Kesimpulan Tasawuf akhlaki merupakan gabungan antara ilmu tasawuf dengan ilmu erat hubungannya dengan perilaku dan kegiatan manusia dalam interaksi sosial pada lingkungan tempat tasawuf akhlaki dapat terealisasi secara utuh,jika pengetahuan tasawuf dan ibadah kepada Allah SWT dibuktikan dalam kehidupan sosial. Tasawuf irfani tidak hanya membahas soal keikhlasan dalam hubungan antar manusia,tetapi lebih jauh menetapkan bahwa apa yang kita lakukan tidak pernah kita tingkatan ikhlas yang paling tinggi. Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional falsafi menggunakan terminologi filosofis dalam falsafi berasal dari bermacam-macam ajaran filsafat yang telah memengaruhi para tokohnya. Saran Demikianlah penyajian yang kami susun tentang pembahasan Perbedaan dan persamaan tasawuf akhlaki, irfani dan falsafi. Kami menyadari bahwa yang kami buat jauh dari pada sempurna dan juga masih banyak kesalahan, untuk itu kami harapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca agar selanjutnya menjadi lebih baik, semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat kepada kita. Amin. Daftar Pustaka Ali Sayyid Nur Said, At-Tashawwuf Asy-Syar’i, terj. M. Yaniyullah Jud. Tasawuf Syar’i, Jakarta Hikmah-Mizan, 2003. Anwar, Rosihon, Akhlak Tasawuf. Bandung Setia, 2010 Akhlak tasawuf, pengenalan, pemahaman, dan pengaplikasiannya, Ahmad Baangun Nasution, Rayani Hanum siregar, PT. Raja Grafindo Persada 2003. [1]Ali Sayyid Nur Said, At-Tashawwuf Asy-Syar’i, terj. M. Yaniyullah Jud. Tasawuf Syar’i, Jakarta Hikmah-Mizan, 2003. Hlm. 103. [2]Akhlak tasawuf, pengenalan, pemahaman, dan pengaplikasiannya, Ahmad Baangun Nasution, Rayani Hanum siregar, PT. Raja Grafindo Persada 2003. [3] Anwar, Rosihon, Akhlak Tasawuf. Bandung Setia, 2010. Hlm. 12. Penjelasan tasawuf itu adalah upaya seseorang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, melalui pemurnian diri dan peningkatan ibadah di bawah bimbingan seorang guru/syekh. Tarekat itu adalah ajaran tasawuf bahwa itu adalah jalan yang harus ditempuh untuk mendekati Tuhan. saya harap ini membantu. MAKALAH AKHLAK TASAWUF Perbedaan Dan Persamaan Antara Akhlaq Dan Ilmu Tasawuf Dosen Pembimbing Salman Faris, Penyusun Rifatul Mustafidah Sekolah Tinggi Islam Az=Ziyadah STAIZA KATA PENGANTAR Alhamdulillahi Rabbil’alamin, marilah kita panjatkan puji syukur atas ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala dimana kita masih diberikan nikmat kesehatan, kesempatan serta hidayah dan taufik, suatu nikmat yang begitu banyak dan besar sehingga makalah ini dapat kami selesaikan. Shalawat serta salam tak lupa pula kita kirimkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, sahabat serta keluarganya sebab jasa beliaulah yang membawa umat manusia ke jalan yang diridhai Allah SWT. Penulis menyadari bahwa makalah Akhlak Tasawuf ini masih banyak terdapat kekurangan dari segala aspek oleh karena itu, kami sangat membutuhkan masukan dan arahan agar sekiranya kami dapat membenahinya dalam penulisan selanjutnya, dan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang telah memberikan sumbangsi pemikirannya, semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberkahi kita semua, amiin. Jakarta,13 November 2014 Penyusun BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Akhlaq Tasawwuf merupakan salah satu khazanah intelektual Muslim yang kehadirannya hingga saat ini semakin dirasakan, secara historis dengan teologis akhlak tasawwuf tampil mengawal dan memandu perjalanan hidup umat agar selamat dunia dan akhirat. Tidaklah berlebihan jika misi utama kerasulan Muhammad SAW. Adalah untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia, dan sejarah mencatat bahwa faktor pendukung keberhasilan dakwah beliau itu antara lain karena dukungan akhlaknya yang pemikiran dan pandangan di bidang akhlaq dan tasawwuf itu kemudian menemukan momentum pengembangan dalam sejarah, antara lain ditandai oleh munculnya sejumlah besar ulama tasawwuf dan ulama di bidang akhlaq. Di tambah lagi dengan problematika pada zaman sekarang ini yang sudah tercemar dengan budaya barat sehingga menimbulkan perilaku kebarat-baratan seperti pacaran, ciuman di tempat umum, narkoba dan lain sebagainya. Sudah sangat minim seseorang yang memiliki rasa malu yang tinggi untuk melakukan sebuah maksiat, bahkan terkadang sampai lupa akan karena itu Ilmu Akhlaq Tasawuf sangat penting untuk dipelajari. Disadari bahwa masih banyak bidang akhlaq tasawwuf yang dapat dikemukakan, namun keterbatasan ilmu yang kami miliki kami mohon maaf jika mempunyai kesalahan dalam pengumpulan data yang kami kumpulkan ini. B. Identifikasi Masalah Beberapa masalah yang berkaitan dengan judul makalah ini adalah sebagai berikut 1. Apa pengertian Akhlaq dan Ilmu Tasawuf ? 2. Apa persamaan dan perbedaan antara Akhlaq dan Ilmu Tasawuf ? C. Tujuan Penulisan Makalah Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan diatas maka penulis mencoba merumuskan masalah sebagai berikut 1. Untuk mengetahui pengertian Akhlaq dan Tasawuf 2. Untuk mengetahui perbedaan antara Akhlaq dan Ilmu Tasawuf 3. Untuk mengetahui persamaan antara Akhlaq dan Ilmu Tasawuf BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Akhlaq Kajian ini membedakan antara Akhlak dan Ilmu Akhlak, Akhlak diartikan sebagai tingkah laku manusia, sedangkan Ilmu Akhlak diartikan sebagai suatu teori yang mempelajari tingkah laku manusia, sehingga pengertiannyapun dibedakan dalam pembahasan ini. Kata “Akhlak” berasal dari bahasa Arab yang sudah dijadikan bahasa Indonesia, yang diartikan juga sebagai “ tingkah laku, perangai atau kesopanan “. Kata akhlaq merupakan jama’ taksir dari kata khuluq, yang sering juga diartikan dengan sifat bawaan atau tabiat, adat kebiasaan dan agama.[1] Sedangkan definisinya dapat dilihat beberapa pendapat dari pakar ilmu akhlaq, antara lain 1. Al-Qurtubi Perbuatan yang bersumber dari diri manusia yang selalu dilakuakan, maka itulah yang disebut akhlaq, karena perbuatan tersebut bersumber dari kejadiannya.[2] 2. Muhammad bin Ilan al-Sadiqi Akhlaq adalah suatu pembawaan yang tertanam dalam diri, yang dapat mendorong seseorang berbuat baik dengan gampang.[3] 3. Ibnu Maskawih Akhlaq adalah kondisi jiwa yang selalu mendorong manusia berbuat sesuatu, tanpa ia memikirkan terlalu lama.[4] 4. Abu Bakar Jabir al-Jaziri Akhlaq adalah bentuk kejiwaan yang tertanam dalam diri manusia, yang dapat menimbulkan perbuatan baik dan buruk, terpuji dan tercela.[5] 5. Imam Al-Ghazali Akhlaq adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dapat melahirkan suatu perbuatan yang gampang dilakukan, tanpa melalui maksud untuk memikirkan lebih lama maka jika sifat tersebut melahirkan suatu tindakan terpujimenurut ketentuan rasio dan norma agama, dinamakan akhlaq baik. Tapi manakala ia melahirkan tindakan buruk, maka dinamakan akhlaq buruk.[6] Dalam diri setiap manusia, terdapat potensi dasar yang dapat mewujudkan akhlak baik dan buruk, tetapi sebaliknya pada dirinya juga dilengkapi rasio pertimbangan pemikiran dan agama yang dapat menuntun perbuatannya, sehingga potensi keburukan dalam dirinya dapat ditekan, lalu potensi kebaikannya dapat dikembangkan. Oleh karena itu, manusia sejak lahir, harus diberi pendidikan, bimbingan dan pembiasaan yang baik,untuk merangsang perkembangan dan pertumbuhannya. Bahkan agama dan ilmu pendidikan memberikan konsep dan teori tentang perlunya ada proses pendidikan yang berlangsung, tatkala kedua orang tua baru mencari jodoh. Konsep manusia yang ideal dalam islam, adalah manusia yang kuat imannya dan kuat taqwanya. Ketika manusia memiliki kekuatan taqwa, iapun dapat memiliki kekuatan ibadah dan kekuatan akhlaq. Orang yang memiliki kekuatan iman disebut mu’min, orang yang memiliki kekuatan ibadah disebut muslim, dan orang yang memiliki kekuatan akhlaq disebut muhsin. Bila ketiga sifat ini menjadi kekuatan dalam diri setiap manusia, maka ia akan selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat. Dan inilah yang menjadi tujuan hidup setiap manusia, sehingga ia selalu meminta do’a, sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 251. B. Pengertian Ilmu Akhlaq Ada beberapa pakar yang mengemukakan definisi ilmu akhlaq, antara lain 1. Mansur Ali Rajab Ilmu tentang nilai-nilai yang baik, lalu mengetahui cara-cara mengikutinya, agar manusia dapat menggunakannya untuk berbuat baik. Dan Ilmu tentang nila-nilai yang buruk, lalu mengetahui cara-cara menjauhinya untuk membersihkan diri dari padanya.[7] 2. Ahmad Amin Ilmu Akhlaq adalah suatu ilmu yang membahas perbuatan manusia yang dapat dinilai baik atau buruk. [8] 3. Socrates 469 – 399 SM Socrates menguraikan etika dengan menerangkan, bahwa dalam diri setiap manusia ada potensi akal-pikiran yang berfungsi untuk membedakan antara hal-hal yang baik dengan hal-hal yang buruk. Kemudian juga ada potensi spiritual yang mendorong manusia untuk menunjukan hal-hal yang baik dan meninggalkan hal-hal yang buruk.[9] C. Manfaat Mempelajari Ilmu Akhlaq 1. Untuk memberikan pengetahuan kepada manusia tentang criteria baik dan buruk, lalu memberikan tuntunan tentang cara yang terbaik untuk melakukan perbuatan baik, serta cara yang baik untuk menjauhi perbuatan buruk. Inilah yang disebut ranah kognitif quwwatu al-ilmi 2. Untuk menanamkan sikap pada diri manusia, bahwa perbuatan baik dapat memperoleh kebaikan hidup, sedangkan perbuatan buruk dapat menyengsarakannya. Inilah yang dimaksud dengan ranah efektif quwwatu al-hali 3. Bersedia berbuat kebaikan, kapan dan dimana saja bila dibutuhkan. Dan bersedia menghindari perbuatan buruk, kapan dan dimana saja, untuk menjaga dan memelihara agamanya, masyarakatnya dan yang disebut dengan ranah psikomotorik quwwatu al-amal D. Pengertian Tasawuf a. Menurut Bahasa 1. Tasawuf berasal dari istilah yang dikonotasikan dengan ahlu suffah اهل الصّفة , yang berarti sekelompok orang di masa Rasulullah yang hidupnya banyak berdiam di serambi-serambi masjid, dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah. 2. Tasawuf berasal dari kata shafa صفاء, yang berarti sebagai nama bagi orang-orang yang “bersih” atau “suci”. Maksudnya adalah orang-orang yang mensucikan dirinya dihadapan Tuhannya. 3. Tasawuf berasal dari kata “saf”. Makna “saf” itu dinisbahkan kepada orang-orang yang ketika shalat berada di saf atau barisan terdepan. 4. Tasawuf dinisbahkan kepada orang-orang dari bani suffah. 5. Tasawuf dinisbahkan dengan kata atau bahasa Yunani, yaitu saufi صوفى. Istilah ini disamakan maknanya dengan kata hikmah, yang berarti kebijaksanaan. 6. Tasawuf berasal dari kata saufanah yaitu sebangsa buah-buahan kecil berbulu yang banyak tumbuh di padang pasir tanah Arab. Pakaian kaum sufi berbulu seperti buah pula, dalam kesederhanaannya. 7. Tasawuf berasal dari kata suf صُÙˆْفِÙ‰ yang berarti bulu domba atau wol. Dari ketujuh definisi diatas, yang banyak diakui kedekatannya dengan pengertian tasawuf adalah definisi yang ketujuh, yaitu suf. Mereka yang cenderung memakai definisi yang ketujuh, antara lain Al-Kalabazi, Al-Syukhrawardi, dan Al-Qusyairi. Namun pada kenyataannya tidak setiap kaum sufi memakai pakaian wol. b. Menurut Istilah 1. Al Jauhari Tasawuf adalah, memasuki segala budi akhlaq yang bersifat sunni dan keluar dari budi pekerti yang rendah. 2. Al Junaidi Tasawuf adalah, bahwa yang haq adalah yang mematikanmu, dan haqlah yang menghidupkanmu. 3. Abu Hamzah Ia memberikan cirri terhadap ahli tasawuf sebagai berikut. Tanda sufi yang benar adalah berpikir setelah dia kaya, merendahkan diri setelah dia bermegah-megahan, menyembunyikan diri setelah ia terkenal, dan tanda sufi palsu adalah kaya setelah dia fakir, bermegah-megahan setelah dia hina dan tersohor setelah ia bersembunyi. 4. Amir bin Usman Al Makki Tasawuf adalah seorang hamba yang setiap waktunya mengambil waktu yang utama. 5. Ali al Qassab Tasawuf adalah akhlak yang mulia, yang timbul pada masa yang mulia, dari seseorang yang mulia ditengah-tengah kaum yang mulia. 6. Ma’ruf al-Karakhi Tasawuf adalah mengambil hakikat dan berputus asa pada apa yang ada ditangan makhluk. Para ulama tasawuf sendiri berbeda cara dalam mendefinisikan tasawuf. Diantara berbagai pendapat berikut diantaranya adalah 1. Asy-Syeikh Muhammad Amin Al-kurdy Beliau menakankan dalam definisinya suatu ilmu yang digunakan dalam mencapai tujuan tasawuf, yaitu 1. Ilmu Syariah; 2. Ilmu Thariqah; 3. Ilmu haqiqah; dan 4. Ilmu Ma’rifah; Asy-Syeikh Muhammad Amin Al-kurdy mengemukakan bahwa “Tasawuf adalah suatu ilmu yang dengannya dapat diketahui hal ihwal kebaikan dan keburukan jiwa, cara membersihkannya dari sifat-sifat yang buruk dan mengisinya dengan sifat-sifat yang terpuji, cara melakukan suluk, melangkah menuju keridhaan Allah dan meninggalkan larangan-Nya menuju perintah-Nya.” 2. Imam Al-Gazali Imam Al-Gazali mengemukakan pendapat Abu Bakar Al-Katany yang mengatakan “Tasawuf adalah budi pekerti, barang siapa yang memberikan bekal budi pekerti atasmu, berarti dia memberikan bekal atas dirimu dalam tasawuf, maka hamba yang jiwamya menerima perintah untuk beramal karena sesungguhnya mereka melakukan suluk dengan nur petunjuk islam. Dan ahli zuhud yang jiwanya menerima perintah untuk melakukan beberapa akhlaq terpuji karena mereka telah melakukan suluk dengan nur petunjuk imannya.” 3. Mahmud Amin An-Nawawy Beliau mengemukakan pendapat Al-Junaidi Al-Baghdady yang mengatakan “Tasawuf adalah memelihara menggunakan waktu. Lalu ia berkata, seorang hamba tidak akan menekuni amalan tasawuf aturan tertentu , menganggap tidak tepat ibadahnya tanpa tertuju pada Tuhan-Nya dan merasa tidak berhubungan dengan Tuhan-Nya tanpa menggunakan waktu untuk beribadah kepada-Nya. 4. As Suhradawardy Beliau mengemukakan pendapat ma’ruf Al Karakhy yang mengatakan “ Tasawuf adalah mencari hakikat dan meninggalkan sesuatu yang ada ditangan makhluk kesenangan duniawi.” 5. Abu Bakar al Katany Beliau menekankan bahwa akhlaq sebagai titik awal amalan tasawuf. Karena itu, bila seorang hendak mengamalkan ajaran tasawuf, ia harus terlebih dulu memperbaiki akhlaqnya. 6. Al-Junaidi Al-Baghdady Beliau menekankan bahwa menggunakan waktu dalam mengamalkan tasawuf penting artinya. Karena itu, seorang sufi selalu menggunakan mengingat kepada Allah SWT dengan berbagai macam ibadah sunat dan zikir. 7. Ma’ruf al-Kararky Beliau menekankan bahwa tasawuf adalh mencari kebenaran yang hakiki, dengan cara meninggalkan kesenangan duniawi. Dari beberapa definisi tersebut, dapat dikemukakan definisi lain bahwa tasawuf adalah melakukan ibadah kepada Allah dengan cara-cara yang telah dirintis oleh ulama sufi, yang disebutnya sebagai suluk. Suluk adalah untuk mencapai suatu tujuan, yaitu ma’rifat kepada alam yang ghaib, mendapatkan keridhoan Allah, serta kebahagiaan diakhirat. Dari pengertian tersebut dapat disederhanakan bahwa tasawuf adalah ilmu yang mempelajari usaha memperbaiki diri , berjuang memerangi nafsu, mencari jalan kesucian dengan makrifat menuju keabadian, saling mengingatkan manusia, serta berpegang teguh pada janji Allah dan mengikuti syariat Rasulullah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah dan mencapai keridhoaan-Nya. E. Hakekat Tasawuf Untuk mempermudah menerima pengertian tentang tasawuf ada baiknya bila disini mengemukakan perilaku hidup Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau. Perilaku hidup dizaman Rasulullah dan dizaman khulafaurrasyiddin, pada umumnya seluruh perilaku hidup pada zaman itu disifati dan dipandangi dengan hiduo tasawuf. Tujuan hidup mereka tidak didasarkan kepada nilai-nilai materi yang dapat ditumpuk untuk memperkaya diri, tetapi pada nila-nilai ibadah, memandang akhirat lebih baik daripada kehidupan mereka sangat tawadhu’ bagaikan “padi makin berisi semakin merunduk”. Adapun perilaku Nabi dan sahabatnya menurut sejarah maka dapat diperinci antara lain sebagai berikut Hidup zuhud anti keduniawian yang berlebih-lebihan Hidup Qanaah merasa cukup apa adanya Hidup Taat melakukan perintah Allah dan Rasulnya serta meninggalkan larangannya Hidup Istiqomah berkekalan/tetap beribadat Hidup mahabbah sangat cinta kepada Allah dan Rasulnya lebih dari mencintai dirinya sendiri. Hidup Ikhlas sedia menjadi penebus apa saja untuk Allah demi ketinggian “Kalimatullahi Hial Ulya” Hidup Ubudiyah mengabdikan diri kepada Allah “Syahsiatus syufiah F. Tujuan Mempelajari Tasawuf Tujuannya adalah ma’rifatullah mengenal Allah secara mutlak dan lebih jelas . Tasawuf memiliki tujuan yang baik yaitu kebersihan diri dan taqarrub kepada Allah. Namun tasawuf tidak boleh melanggar apa-apa yang telah secara jelas diatur oleh al-Qur’an dan as-sunnah, baik dalam aqidah, pemahaman ataupun tata cara yang dilakukan. Melihat dari situ kita dapat memahami betapa pentingnya mengenal Allah secara lebih dalam dan memahaminya dengan benar. Sama juga dengan membersihkan diri dan taqarrub, tapi tidak boleh melanggar apapun yang telah Al-Qur’an berikan. G. Faedah dari Mempelajari Tasawuf Saat kita telah memahami tasawuf itu kita mulai dapat mana yang baik dan yang tidak. Bagi tasawuf mendidik hati dan ma’rifah Allah Yang Maha Mengetahui sepertimana kata Ibnu Ajibah buah hasilnya ialah kelapangan 9mulia nafsu, selamat dada dan akhlaq yang mulia bersama setiap makhluk. Faedah tasawuf adalah membersihkan hati agar sampai kepada ma’rifat akan kepada Allah Ta’ala sebagai ma’rifat yang sempurna untuk keselamatan di akhirat dan mendapat keridhaan Allah dan mendapatkan kebahagiaan abadi. H. Hubungan Akhlaq dengan Tasawuf Akhlaq dan tasawuf saling berkaitan. Akhlaq pada pelaksanaanya mengatur hubungan horizontal antara sesame manusia, sedangkan tasawuf mengatur jalinan komunikasi vertical antara manusia dengan Tuhannya. Akhlaq menjadi dasar dari pelaksanaan tasawuf, sehingga dalam prakteknya tasawuf mementingkan akhlaq. Para ahli tasawuf pada umumnya membagi tasawuf kepada tiga bagian 1. Tasawuf Amali 2. Tasawuf Falsafi 3. Tasawuf Akhlaqi Yang memiliki tujuan yang sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah dengan cara membersihkan diri dari perbuatan yang tercela dan menghias diri dengan perbuatan yang terpuji. I. Perbedaan dan Persamaan antara Akhlaq dengan Ilmu Tasawuf 1. Persamaan Persamaan antara akhlaq dan tasawuf sesuai dengan firman Allah yaitu sebagai rahmat bagi seluruh alam, saling menyayangi dan tidak sombong, apa bila kita berakhlaq maka kita tidak akan sombong, para sufipun juga tidak sombong karena mereka tidak memikirkan duniawi. 2. Perbedaan Ilmu tasawuf adalah ilmu tentang bagaimana kita membersihkan hati agar selalu berdzikir/ingat kepada Allah, dan tidak tergiur oleh duniawi. Sedangkan akhlaq itu sendiri adalah refleksi dari penerapan ilmu tasawuf sehingga tingkah laku dan perbuatan kita sama dengan perilakunya Rasulullah SAW. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat diuraikan bahwa antara ilmu akhlaq dan tasawuf sangat erat kaitannya, oleh karena itu antara keduanya memiliki perbedaan yang sangat tipis, maka sering muncul pernyataan ulama tasawuf yang mengatakan ; bahwa upaya memperbaiki akhlaq merupakan awal perjalanan praktek tasawuf, sedangkan pemulaan praktek tasawuf menandakan akhir perjalanan akhlaq. Ini berarti bahwa orang-orang yang menekuni ajaran tasawuf, ia harus terlebih dahulu mematangkan akhlqnya, baru ia bisa memulai melaksanakan ajaran tasawufnya. Atau dengan kata lain, sebelum peserta tasawuf melakukan pelatihan kerohanian secara rutin dalam kegiatan tasawuf, ia harus lebih dahulu menyempurnakan akhlaqnya, antara lain mematangkan dan menyempurnakan peraktek mujahadah yaitu upaya menekan dan mematikan kecenderungan nafsunya, sehingga selalu terarah kepada kecenderungan berbuat baik. B. Saran Demikianlah tugas penyusunan makalah ini kami susun. Harapan kami dengan adanya tulisan ini bisa menjadikan kita untuk lebih menyadari bahwa agama islam memiliki khazanah keilmuan yang sangat dalam untuk mengembangkan potensi yang ada di alam ini dan merupakan langkah awal untuk membuka cakrawala keilmuan kita, agar kita menjadi seorang muslim yang bijak sekaligus intelek. Serta dengan harapan dapat bermanfaat dan bisa difahami oleh para pembaca. Kritik dan saran sangat kami harapkan dari para pembaca, khususnya dari dewan guru yang telah membimbing kami. Apabila ada kekurangan dalam penyusunan karya tulis ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. DAFTAR PUSTAKA Mahjuddin,H,Akhlak Tasawuf II, Jakarta Kalam Mulia,2010 Zahari, Mustafa, Kunci Memahami Ilmu Tasawuf, Surabaya Ilmu, 2007 Wahid, Ahhmad H, Akidah Akhlak MA Kelas XI, Bandung CV ARMICO,2010 Amin,Ahmad, Ibnu Akhlaq,Terjemahan oleh Farid Ma’ruf, Jakarta Bulan Bintang, 1983 Al-Ghazali, Ihya Ulumi al-Din,Juz III, Bayrut, Dar al-Fikr Ali Rajab, Mansur, Taammulat, Fi al-Falsafah al-Akhlaq, Qairo, al-Injiliwi al-Misriyyah,196 Al-Qurtubi, Tafsir Al-Qurtubi,Juz VIII,Qairo,Dar al-Sya’bi,1913 M Ilan al-Sadiqi, Muhammad bin, Dalil al-Falihin,Juz III, Mesir, Mustafa al-Babi al-Halabi,1391 H/1971 Yusuf Musa, Muhammad,Falsafah al-akhlaq Fi-al-Islam Wa-Silatuha Bi-alsafah al-Igriqiyyah, Qairo,Muassasah al-Khanji,1963 Jabir al-Jaziri, Abu Bakar, Minhaj al-Muslim, Madinah, Dar Umar bin Khattab,1396 H/1976 M [1] Tasawuf II, Jakarta,Kalam Mulia,2010 [2] Al-Qurtubi, Tafsir Al-Qurtubi,Juz VIII,Qairo,Dar al-Sya’bi,1913 M, [3] Muhammad bin Ilan al-Sadiqi, Dalil al-Falihin,Juz III, Mesir, Mustafa al-Babi al-Halabi,1391 H/1971, [4] Muhammad Yusuf Musa,Falsafah al-akhlaq Fi-al-Islam Wa-Silatuha Bi-alsafah al-Igriqiyyah, Qairo,Muassasah al-Khanji,1963 M, [5] Abu Bakar Jabir al-Jaziri, Minhaj al-Muslim, Madinah, Dar Umar bin Khattab,1396 H/1976 M , [6] Al-Ghazali, Ihya Ulumi al-Din,Juz III, Bayrut, Dar al-Fikr, [7] Mansur Ali Rajab, Taammulat, Fi al-Falsafah al-Akhlaq, Qairo, al-Injiliwi al-Misriyyah,1961 M [8] Ahmad Amin, Ibnu Akhlaq,Terjemahan oleh Farid Ma’ruf, Jakarta, Bulan Bintang, 1983 , [9] Dr. H. Mahjuddin Akhlak Tasawuf II,
tasawufdan akhlak. Mahasiswi Hindu Ni Ketut Mayoni Raih Gelar Magister Pendidikan Islam dari UIN Mataram
Ajaran Tasawuf Tasawwuf atau Sufisme bahasa Arab تصوف dalam islam hingga saat ini masih menuai pro dan kontra. Sebagian ulama menganggap bahwa tasawuf merupakan ajaran sesat yang bersumber dari kaum Nasrani, Hindu, Buddha, dan Yahudi Mereka beragumen, bahwa tasawuf/sufisme hanyalah topeng agar seseorang terlihat ta’at kepada Tuhannya. Sedangkan yang lain, berpendapat bahwa tasawuf adalah perwujudan hamba untuk mensucikan hati agar terhubung secara langsung kepada keberadaan ilmu tasawuf menjadi gonjang-ganjing di kalangan ulama, bahkan tidak diakui sebagai bagian dari islam, tapi tidak ada salahnya kita mempelajari sedikit perihal imu tasawuf, khususnya tasawuf akhali. Agar nantinya kita bisa lebih mengetahui tentang sejarah peradaban islam. Baca juga Tasawuf Sunni Pengertian, Sejarah, dan Manfaatnya dan Hubungan Akhlak dan Tasawuf dalam IslamPengertian TasawufMenurut para ahli sejarah, Tasawuf dalam islam lahir sekitar abad ke-2 atau di awal abad ke-3 Hijriyah. Tasawuf dapat diistilakan sebagai ajaran mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan usaha mensucikan hati untuk memperoleh kebahagian abadi. Sedangkan orang-orang yang mendalami ilmu tasawuf dikenal dengan istilah hingga detik ini, para ulama masih berselisih paham terkait definisi kata tasawuf secara bahasa etimologi. Ada yang menyebutnya sebagai shuffah serambi tempat duduk, shafa’ suci bersih, shuf pakaian dari bulu domba, shaf barisan, dan shufanah kayu yang tumbuh di padang pasir. Sedangkan menurut imam Junaidi Al Bhagdad, Tasawuf diartikan sebagai upaya untuk mengenal Allah SWT merasa tidak memiliki apapun dan tidak dimiliki siapapun kecuali Allah SWT dengan melakukan akhlak yang baik menurut Sunnah Rasul, meninggalkan Akhlak buruk, dan melepaskan hawa keseluruhan, ilmu tasawuf dikelompokan menjadi tiga macam, yaitu tasawuf akhlaki, tasawuf amali, dan falsafi. Dalam kesempatan kali ini, kita akan mengkaji aliran tasawuf akhlaki lebih mendalam. Mulai dari definisi, tingkatan ajaran, dan Tasawuf Akhlaki dan TingkatannyaTasawuf Akhlaki merupakan tasawuf yang berfokus pada perbaikan akhlak dan budi pekerti, berupaya mewujudkan perilaku yang baik Mahmudah serta menghindarkan diri dari sifat-sifat tercela Mazmumah. Tasawuf akhlaki ini disebut juga dengan tasawuf sunni, dikembangkan oleh para ulama salaf as-salih dengan menerapkan metode-metode para sufi, pengembangan tasawuf akhlaki dibangun sebagai dasar latihan kerohanian dengan tujuan mensucikan hati dan mengendalikan hawa nafsu sampai ke titik terendah. Sehingga nantinya tidak akan ada penghalang yang membatasi manusia dengan Tuhannya. Nah, agar lebih mudah dalam mewujudkan ajaran Tasawuf Akhlaki ini, para sufi menyusun beberapa tahapan sistem, yang meliputi Takhalli, Tahalli, dan adalah tahapan pertama yang dilakukan oleh seorang sufi untuk membersihkan melepaskan diri dari perilaku buruk, seperti berbuat maksiat, kecintaan kepada dunia yang berlebihan, berprasangka su’udzon, ujub, hasad, riya, ghadab, dan sejenisnya. Sebagian sufi berpendapat bahwa perbuatan maksiat merupakan najis maknawiyah yang bisa menghalangi kedekatan hamba dengan Rabbnya. Oleh karena itu, sifat-sifat nafsu dalam diri harus dimusnakan agar manusia tidak terjerumus ke dalam imam Al-Ghazali mempunyai pendapat lain. Menurutnya, selama hidup di dunia setiap manusia pasti membutuhkan nafsu. Bukan untuk melakukan hal-hal buruk, tapi nafsu diperlukan demi menjaga keharmonisan keluarga, membela harga diri, dan hal-hal positif lainnyaTahalliSetelah membersihkan diri dari perbuatan-perbuatan tercela,tahapan berikutnya yang perlu dilakukan adalah pengisian jiwa atau disebut Tahalli. Pada tahap ini, seorang sufi diharuskan membiasakan diri dengan akhlak-akhlak terpuji sabar, ikhlas, ridha, taubat, dan itu, juga menjalankan ketentuan syariat agama, seperti sholat, puasa, zakat, membaca Al-Quran, dan berhaji bila mampu. Dengan demikian, apabila seseorang telah terbiasa melakukan perbuatan-perbuatan mulia, taat dan beriman kepada Allah SWT maka lama-kelamaan hati pun akan menjadi yang terakhir adalah Tajalli yang berarti tersingkapnya nur ghaib. Di tahap ini, seorang sufi benar-benar menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT di dalam hatinya. Tujuannya agar perilaku-perilaku baik yang telah dilakoni pada tahap Tahalli tidak luntur begitu saja, dan bisa terus Tajalli biasanya dilakukan dengan cara bermunajat kepada Allah SWT, yaitu memuja dan memuji keagungan Allah SWT. Kemudian bermusahabah merenungi dosa-dosa yang telah diperbuat, muraqabah merasa jiwa selalu diawasi oleh Allah SWT, Tafakkur merenungi kekuasaan Allah dalam menciptakan alam semesta, serta memperbanyak amalan Sufi yang Mengembangkan Tasawuf AkhlakiTasawuf Akhlaki pertama kali berkembang di pertengahan abad kedua hingga abad keempat hijriyah. Adapun tokoh-tokoh sufi yang tergabung dalam tasawuf ini , meliputi Hasan Al-Bashri, Imam Abu Hanifa, al-Junaidi al-Bagdadi, al-Qusyairi, as-Sarri as-Saqeti, dan al-Harowi. Selanjutnya di abad kelima hijriyah, imam Al Ghozali, Al Harawi, dan Al Qusyairi mulai mengadakan pembaharuan dengan mengembalikan dasar-dasar tawasuf yang sesuai dengan Al Quran dan as ini beberapa tokoh yang paling berpengaruh dalam pengembangan tasawuf akhlakiHasan Al-Basri 21 H- 110 HHasan Al-Bashri memiliki nama lengkap Abu Said Al-Hasan bin Yasar, adalah seorang zahid dari kalangan tabiin yang lahir di Madinah pada tahun 21 Hijriyah. Beliau merupakan pelopor utama yang mulai memperluaskan ilmu-ilmu kebatinan dan kesucian pandangannya, tasawuf merupakan ajaran untuk menanamkan rasa takut baik itu takut akan dosa-dosa, takut tidak mampu memenuhi perintah dan larangan Allah, takut akan ajal atau kematian di dalam diri setiap hamba dan senantiasa mengingat Allah SWT. Beliau berpendapat bahwa dunia adalah ladang beramal, banyak duka cita di dunia dapat memperteguh amal 165 H – 243 HAl-Muhasibi memiliki nama lengkap Abu Abdillah Al-Harist bin Asad Al-Bashri Al- Baghdadi Al-Muhasibi. Beliau lahir di Bashroh, Irak pada tahun 165 Hijriyah. Menurut beliau, tasawuf berarti ilmu yang mengajarkan untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT, menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba dan meneladani akhlak Rasulullah juga berpendapat ada 3 hal yang perlu ditekankan untuk membersihkan jiwa dan mencapai jalan keselamatan, yaitu melalui Ma’rifat Mengenal Allah SWT dengan mata hati, Khauf rasa takut, dan Raja’ pengharapan.Al-Qusyairi 376 H- 465 HAl-Qusyairi memiliki nama lengkap Abdul Karim bin Hawazim. Beliau lahir di kawasan Nishafur pada tahun 465 Hijriyah, dimana beliau ini merupakan seorang ulama yang ahi dalam berbagai disiplin ilmu pada tasawuf Al-Qusyairi didasarkan pada doktrin Ahlusunnah Wal Jama’ah dan berlandasakan ketauhidan. Beliau mengadakan pembaharuan di ajaran tasawuf, dengan menentang keras doktrin-doktrin aliran Karamiyah, Syi’ah, Mu’tazilah, dan Mujassamah. Ia juga menjelaskan pembeda antara dzahir dan bathil, serta syariat dan hakikat. Menurutnya, tidak haram jika seseorang menikmati kesenangan dunia, asalkan tetap berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan 450 H – 505 HAl-Ghazali memiliki nama lengkap Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Ahmad al-Thusi. Beliau lahir di kota Khurasan, Iran pada tahun 450 Hijriyah. Di masa hidupnya, Al Ghazali merupakan seorang ahli ilmu yang dikagumi oleh banyak ulama besar. Beliau juga dikenal sebagai seorang Sufi, Filosof, Fuqoha ahli fiqh, dan Mutakallim. Beliau juga memiliki banyak gelar, salah satunya Hujjah al-islam yang diperolehnya dari kerajaan Bani halnya Al-Qusyairi, Al-Ghazali juga berupaya mengembalikan ajaran tasawuf yang sesuai syariat agama dan bersih dari aliran-aliran asing yang menyesatkan islam, dengan berpedoman pada Al Quran dan As sunnah Ajaran Rasulullah Saw. Tasawuf Al-Ghazali lebih kepada penekanan pendidikan moral, dimana seseorang dianjurkan memperdalam ilmu aqidah dan syariat terlebih dahulu sebelum mempelajari sedikit ulasan mengenai ajaran tasawuf akhlaki. Yang perlu kita pahami, bahwa memang penting bagi seorang hamba mendekatkan diri kedapa Allah SWT. Namun bukan berarti kita melalaikan urusan di dunia. Islam memerintahkan umatnya untuk bekerja sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidup, sebagai firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 105“Dan Katakanlah “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” At-Taubah 105Semoga bermanfaat. TasawufAkhlaki merupakan tasawuf yang berorientasi pada perbaikan akhlak' mencari hakikat kebenaran yang mewujudkan menuasia yang dapat ma'rifah kepada Allah, dengan metode-metode tertentu yang telah dirumuskan. Tasawuf Akhlaki, biasa disebut juga dengan istilah tasawuf sunni. Tasawuf Akhlaki ini dikembangkan oleh ulama salaf as-salih.

SEORANG PENGGUNA TELAH BERTANYA 👇 Apa perbedaan tasawuf dan akhlak INI JAWABAN TERBAIK 👇 Menjawab Tasawuf adalah ilmu tentang bagaimana kita membersihkan hati agar selalu mengingat Allah dan tidak tergoda oleh dunia. Sedangkan akhlak itu sendiri merupakan cerminan dari penerapan tasawuf agar perilaku dan perbuatan kita sama dengan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Was this helpful? 0 / 0 Postingan TerkaitApa perbedaan antara filsafat islam, ilmu kalam, dan ilmu…Apa perbedaan akhlak dan ilmu akhlak​Apa perbedaan antara ilmu syariat dan ilmu hakikatApa perbedaan etika dan moral ,akhlak ,karakter dan nilai​Jelaskan hubungan antara aqidah, ibadah, akhlak1. Jelaskan pengertian Nabi dan Rasul ? 2. Jelaskan…

Objekdari pendidikan akhlak adalah manusia. Amin Syukur dalam bukunya Tasawuf Sosial menyebutkan bahwa manusia adalah hamba Allah SWT. yang mempunyai dua sistem kehidupan. Yaitu kehidupan jasmani dan rohani. Jika sistem rohani sakit maka jasmanipun akan mengalami sakit. demikian juga sebaliknya, jika jasmani sakit, maka rohanipun ikut sakit. Tasawuf berkembang menjadi cabang ilmu keislaman tersendiri yang menekankan tujuan penyucian jiwa dan pendekatan diri kepada Allah. Walau seluruh ibadah dalam Islam telah diatur dan diorientasikan untuk tujuan di atas, para sufi atau pengamal tasawuf tidak hanya menjalankan ibadah secara formal sesuai ketentuan syariat, tetapi juga berusaha menangkap rahasia syariat yang membawa mereka lebih dekat lagi kepada Sang Pencipta. Lihat Muhammad bin Musthafa, Bariqatul Mahmudiyyah fi Syarhi Thariqah Muhammadiyyah, Jilid 3, halaman 154. Sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri, tasawuf kemudian berkembang menjadi tasawuf menjadi tasawuf positif yakni tasawuf yang sejalan dengan akidah serta syariat Islam dan tasawuf negatif yakni tasawuf yang bertentangan dengan akidah dan syariat Islam. Di sisi lain, tasawuf juga berkembang menjadi tasawuf amali dan tasawuf falsafi. Sebagai tasawuf positif, tasawuf amali adalah tasawuf yang menekankan pendekatan dan kaidah ilmiah dimana akidah sebagai fondasinya, syariat sebagai tiangnya, dan tasawuf sebagai energi yang membawa umat menjadi lebih baik, hidup bersih lahir-batin, dekat dengan Allah dan juga sesama makhluk, senantiasa berorientasi pada kehidupan akhirat. Lihat Dr. Abdul Ghani, Tasawuf Amali bagi Pencari Tuhan, [Bandung Alfabeta], 2019, halaman 42. Tasawuf amali bertitik tolak dari ilmu yang diyakini harus diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kaidah yang dibangun di dalamnya adalah ilmu amaliah dan amal ilmiah. Jadi, tidak benar anggapan yang mengatakan bahwa tasawuf mengabaikan ilmu dan mengedepankan pengamalan yang diajarkan guru. Dengan kata lain, tasawuf ini tidak mengabaikan ilmu, tidak berhenti pada ilmu dan iman, tetapi ditingkatkan pada tataran amal dan amaliah yang saleh, sebagaimana perintah Al-Quran. وَالْعَصْرِ ، إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ Artinya, "Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh," QS. al-Ashr [103] 1-3. Dalam salah satu tulisannya, al-Ghazali pernah menyatakan, “Para pengamal tasawuf amali bukanlah pemikir yang hanya berwacana, tetapi kelompok umat yang peduli atas kualitas jiwa dan terus beramal.” Dan pemikirannya itu sudah dibuktikannya sendiri. Dengan demikian, tasawuf amali adalah tasawuf yang berorientasi pada penerapan dan pengamalan tasawuf dalam kehidupan sehari-hari. Secara tidak langsung tasawuf ini bergerak di atas dua terapan, yakni tataran konseptual teoritis sebagai landasan filosofis dan tataran praktis sebagai dimensi terapan dari ilmu tasawuf. Ketika beramal dan bermuamalah, para pemegang tasawuf amali senantiasa memperhatikan tuntunan syariat, yakni Al-Quran, sunnah, tadisi generasi salaf, dan amaliah para ulama yang berpegang teguh pada nilai-nilai dan tuntunan Islam. Maka dari itu, tasawuf amali melahirkan 4 istilah lain, yaitu tasawuf qurani, tasawuf sunni, tasawuf akhlaki, dan tasawuf salafi, yang pada hakikatnya merupakan bagian integral dari tasawuf amali itu sendiri. Lihat Asep Usman Ismail, Tasawuf Menjawab Tantangan Global, 2012 Jakarta Transpustaka, hal. 122-126. Pertama, tasawuf qurani, yaitu tasawuf yang pola amaliah tasawufnya bertumpu pada kegiatan, usaha, dan proses tazkiyatun-nafs, taqarrub ilallah, dan hudhurul-qalbi ma’allah dengan bersumber pada ajaran Al-Quran. Dalam pengamalan tasawuf qurani, setiap konsep dan langkah-langkah amaliahnya dikembalikan kepada ayat-ayat suci Al-Quran, baik secara langsung maupun melalui penafsiran para ulama jumhur. Kedua, tasawuf sunni, yaitu tasawuf yang pola amaliahnya bertumpu pada sunah-sunah Nabi saw. Dalam pengamalannya, perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi saw. senantiasa menjadi acuan. Dengan kata lain, tasawuf sunni merupakan perjuangan bertasawuf dengan menjadikan sunnah Nabi saw. sebagai pusat perhatian dan pola amaliahnya. Keseluruhan sunah dan kebiasaan beliau menjadi sumber inspirasi dan keteladanan, bahkan kepribdiannya yang luhur diyakini sebagai personifikasi yang membumi dari “grand sufi” yang berada pada puncak piramida spiritual. Bagaimana tidak, karena Rasulullah saw. adalah seorang yang menempuh perjalanan spiritual menuju Allah hingga berhasil berhadap-hadapan dengan-Nya dalam jarak yang sangat dekat, berkat dialog dan pendampingan malaikat Jibril. Ketiga, tasawuf akhlaki, yaitu tasawuf yang fokus utamanya membina akhlak mulia. Sebab, esensi tasawuf itu sendiri adalah usaha dan proses tazkiyatun-nafs, yakni membersihkan diri dari dosa besar maupun kecil, membersihkan hati dari sifat-sifat tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji. Ketika jiwa sudah bersih dan hati sudah penuh dengan sifat-sifat terpuji, maka akan terpancar akhlak yang terpuji. Keempat, tasawuf salafi, yaitu tasawuf yang pengamalannya berpedoman kepada pemikiran dan metodologi bertasawuf sebagaimana yang dijalankan oleh kaum salaf, yakni tiga generasi pertama dalam Islam para sahabat, para tabi’in, dan tabi’t tabi’in. Dengan demikian, secara singkat tasawuf salafi adalah pengamalan tasawuf yang mengutamakan apa yang ditempuh oleh generasi salaf terdahulu, yang tentunya juga bersumber dari tuntunan syariat. Tasawuf amali kemudian melahirkan anak kandung yang bernama tarekat, yang secara harfiah berarti cara’, jalan’, atau metode’, guna mencapai tujuan bertasawuf. Di sinilah para pemegang tasawuf amali secara inten dan nyata menjalankan amaliah dan mempraktikkan konsep-konsep tasawufnya sesuai dengan bimbingan guru dan ketentuan syariat yang telah diadopsi tarekat, dengan tujuh komponen utamanya, yaitu mursyid, murid, silsilah, baiat, adab, wirid, dan tempat. Dalam tasawuf amali ini, dikenal sejumlah tokoh penting, di antaranya adalah Abdul Qadir al-Jailani, Junaid al-Baghdadi, Hasan al-Bashri, Rabi’ah al-Adawiyah, dan Dzun Nun al-Mishri. Selain tarekat, sejumlah aspek penting yang dipelajari dalam tasawuf ini adalah syariat, hakikat, dan makrifat. Lihat al-Qusyairi, ar-Risalah al-Qusyairiyyah, hal. 87; lihat pula Dr. Abdul Ghani, Tasawuf Amali bagi Pencari Tuhan, [Bandung Alfabeta], 2019, halaman 65-86. Dalam praktiknya, tasawuf amali memiliki sejumlah metode yang harus diikuti oleh para salik, yaitu riyadhah atau latihan untuk membiasakan diri tidak berbuat yang dapat mengotori jiwa serta menjauhi hal-hal yang diinginkan oleh nafsu; tafakur, yaitu proses pembelajaran diri manusia melalui aktivitas berpikir yang menggunakan perangkat batin; tazkiyatun-nafs, yakni proses penyucian jiwa melalui tiga tahapan, takhalli, tahalli, dan tajalli; dzikrullah, yakni upaya mengingat Allah dan menyebut asma-Nya secara berulang-ulang. Lihat al-Hakim at-Tirmidzi, Adabun-Nafs, juz I, halaman 34. Demikian pengenalan singkat tasawuf amali. Sementara tasawuf falsafi, mengingat keterbatasan ruang, maka insya Allah akan disampaikan pada tulisan berikutnya. bersambung.... Wallahu al’lam. Ustadz Tatam Wijaya, alumnus Pondok Pesantren Raudhatul Hafizhiyyah Sukaraja-Sukabumi, Pengasuh Majelis Taklim “Syubbanul Muttaqin” Sukanagara-Cianjur, Jawa Barat.
\n\n\nperbedaan akhlak dan tasawuf
MataKuliah Dosen Pembimbing Akhlak Tasawuf Prof. Dr. Asmal May,Ma TASAWUF DAN PSIKOLOGI OLEH Desfindah Ranita R. (11414206169) III G Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SUSKA RIAU Pekanbaru 2015 KATA PENGANTAR Assalamua'laikum Wr Wb Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang sudah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat
PerbedaanAkhlak, Etika dan Moral. Dalam dokumen Akhlak Perspektif Pemikiran Tasawuf Syeikh Abdurrauf As-Singkili (Halaman 38-45) Etika dan moral, 41 sering disamakan dengan pengertian akhlak, demikian pula dengan ilmu akhlak dan Ethics. Juga ada yang berpandangan bahwa akhlak adalah Etika Islam. 9APJxb6.
  • n08vmwwlxh.pages.dev/212
  • n08vmwwlxh.pages.dev/463
  • n08vmwwlxh.pages.dev/776
  • n08vmwwlxh.pages.dev/862
  • n08vmwwlxh.pages.dev/462
  • n08vmwwlxh.pages.dev/83
  • n08vmwwlxh.pages.dev/593
  • n08vmwwlxh.pages.dev/73
  • n08vmwwlxh.pages.dev/82
  • n08vmwwlxh.pages.dev/136
  • n08vmwwlxh.pages.dev/851
  • n08vmwwlxh.pages.dev/346
  • n08vmwwlxh.pages.dev/951
  • n08vmwwlxh.pages.dev/252
  • n08vmwwlxh.pages.dev/422
  • perbedaan akhlak dan tasawuf