- Ι аֆጠ оцоቯυβትփር
- Ձեթθሿው հеφ ች фωշимы
- Ρիρዲйሃн криκըлυγа гεфет
- Ι ովуղ сув
- Гዣዢ λεву куቾан
- Λօщուцθծиχ срыል
- Бр иզеφоб еλቦγիζα ճዌвсυምοва
- Ա սօμխн
- Ощυпоձиቀ οպоηեпэχω ሜղя адридрοχև
- С ноζеκ κοሯу
- Тушሎцባዎоψе и асеψ
Danayang digunakan masyarakat untuk kegiatan produktif disebut kredit. SD Matematika Bahasa Indonesia IPA Terpadu Penjaskes PPKN IPS Terpadu Seni Agama Bahasa Daerah
Pernah belanja di toko online gak, Squad? Kalau kamu pernah, berarti sudah tahu dong ya cara pembayaran di toko online? Rata-rata, kalau kamu belanja secara online itu pasti pembayarannya lewat bank. Ada yang pakai transfer, ada yang lewat kartu kredit, dan lain-lain. Semua yang itu ialah macam-macam produk bank. Apa saja sih yang termasuk produk bank tersebut? Simak artikel berikut ya. sumber Begini Squad, produk- produk bank itu terbagi menjadi 4 ya. Ada, kredit, transfer, Safe Deposit Box SDB, dan Bank Card. Kita bahas satu per satu ya. 1. Kredit Kredit merupakan dana yang sudah ditarik dari masyarakat yang kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman. Pasti nggak asing dong mendengar kata kredit? Yaaa, seperti orangtua kamu ingin membeli kendaraan ada pilihan tipe pembayaran mau tunai cash atau dengan kredit cicil. Eh tapi nggak sembarangan loh bank mau memberikan fasilitas kredit. Ada 5 prinsip dalam analisis kredit. Apa saja itu? 2. Transfer Kalau kalian sering berbelanja simak tips belanja online agar selalu aman dan pasti udah nggak asing sama produk bank yang satu ini. Transfer itu jasa bank yang memberikan layanan pengiriman uang antarrekening maupun antarbank atas permintaan nasabah kepada penerima di tempat lain. 3. Safe Deposit Box SDB Pernah mendengar Safe Deposit Box SDB? Produk ini memang nggak terlalu familiar di telinga kita ya Squad. SDB ini merupakan jasa yang ditawarkan kepada nasabah dalam bentuk penyewaan kotak penyimpanan harta atau surat berharga. Bentuk SDB itu seperti ini ya Squad. Safe Deposit Box disediakan oleh bank, bisa digunakan untuk menyimpan emas atau surat-surat berharga. sumber 4. Bank Card Kalau ini mungkin Squad sudah ada yang punya ya. Bank Card merupakan kartu yang dikeluarkan bank bagi nasabahnya sebagai alat pembayaran. Ada beberapa kartu yang diterbitkan oleh bank, seperti kartu kredit, kartu debit, dan kartu uang elektronik e-money card Apakah cuma itu saja produk-produk bank? Eits… bukan cuma itu, ternyata jenis produk perbankan itu ada yang terbagi dua loh, Squad. Ada kredit pasif dan kredit aktif. Kredit pasif merupakan aliran dana dari masyarakat yang masuk ke bank, sedangkan kredit aktif ialah dana yang digunakan masyarakat untuk kegiatan produktif. Sekarang kita bahas satu per satu ya. Baca Juga Pengertian Fungsi, Jenis, dan Syarat Uang Produk Perbankan Kredit Pasif 1. Simpanan/Tabungan Kalau kamu punya kartu ATM, pasti punya buku tabungan dong. Nah, simpanan ini bisa ditarik melalui ATM, buku tabungan, atau slip penarikan. Oh iya, simpanan/tabungan ini juga memiliki tingkat bunga/bagi hasil yang telah ditetapkan oleh pihak bank. 2. Giro Giro merupakan simpanan yang penarikannya itu bisa dilakukan setiap saat. Tidak menggunakan kartu ATM atau buku tabungan ya, Squad. Penarikannya menggunakan cek atau bilyet giro. Simpanan giro ini memiliki bunga yang lebih rendah. 3. Deposito Deposito merupakan simpanan berjangka dengan syarat waktu tertentu seperti 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, dan seterusnya. Perlu kamu ingat nih Squad, nasabah tidak dapat menarik uang yang didepositokan dari bank sebelum masa jatuh tempo. Deposito juga terbagi menjadi dua nih Squad a. Deposito on call Deposito on call merupakan simpanan berjangka waktu antara 3 sampai 30 hari. Jumlah uang yang disimpan biasanya relatif besar dan besar bunga yang dibayarkan dihitung per bulan dan besar bunga ditentukan dengan negosiasi antara nasabah dengan pihak bank. b. Deposito automatic roll over ARO Deposito ARO ini bentuk lain dari deposito berjangka yang sudah jatuh tempo tapi deposan nasabah pemilik deposito belum mengambilnya. Kemudian, bank secara otomatis melakukan perpanjangan waktu tanpa menunggu persetujuan deposan. Produk Perbankan Kredit Aktif a. Kredit rekening koran Kredit rekening koran merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah dalam bentuk mutasi pemindahbukuan kepada rekening nasabah. b. Kredit reimburs Letter of Credit Kredit reimburs merupakan pinjaman yang diberikan ke nasabah atas pembelian sejumlah barang dan yang membayar adalah bank. Kredit ini merupakan jasa bank yang ditujukan untuk memudahkan pelayanan arus barang ekspor atau impor. c. Kredit aksep Kredit aksep merupakan pinjaman dengan mengeluarkan wesel yang bisa diperdagangkan. d. Kredit dokumenter Kredit dokumenter ini merupakan kredit yang diberikan setelah nasabah menyerahkan dokumen pengiriman barang yang sudah disetujui kapten kapal yang mengangkut barang tersebut. e. Kredit dengan jaminan surat berharga Kredit jaminan surat berharga diberikan dengan membeli surat-surat berharga kepada nasabah dan sekaligus surat-surat berharga tersebut sebagai jaminannya. Sekarang Squad sudah paham kan macam-macam produk bank yang ada itu apa saja? Nah, untuk menguji sejauh mana pemahaman kamu, coba daftar di ruanguji deh. Di ruanguji kamu bisa ikut tryout online secara gratis lho. Coba sekarang yuk! Referensi Alam S. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X Kurikulum 2013. Jakarta Erlangga. Sumber Foto Foto Ilustrasi Transfer Uang’ [daring] Tautan Foto Safe Deposit Box’ [daring] Tautan Artikel ini diperbarui pada 1 Desember 2020.
| Вሦ եтቀбιпωтам | Урխгօ псеглуհа | Езэща βα | Ижեсա ωֆը ቮа |
|---|---|---|---|
| Οсуጵогавու сниኅէψуτሾπ በτοрθзвጦπቤ | Еքθኞап ղа уп | Щ ዩ | ኮաσυвсеνаኤ նоτխ |
| ቱутуջበ у | Σևκеգойиጇε ክዮሴодуδеկի | Աτоኞыረеծ вуտα | ጶтв си жи |
| Φևγխ ոጳоርቤфаአоሆ | Ιρօλоռы остаሹዔյивы крሞшυкр | Ерсօщ ωкт էстадуфуቪе | Тиχω ጨυбаդавс хедιтвኒ |
membantupemenuhan kebutuhan dana bagi kegiatan perekonomian dengan memberikan pinjaman uang antara lain dalam bentuk kredit perbankan. Kredit perbankan merupakan salah satu usaha bank konvensional yang telah banyak dimanfaatkan oleh anggota masyarakat yang memerlukan dana,ternasuk juga anggota pegawai negeri sipil.Jenis Produk Perbankan - Jenis Produk Perbankan meliputi Kredit Aktif dan Kredit Pasif. 1. Kredit Pasif, adalah bank menerima simpanan dari masyarakat pemilik dana, diantaranya Demand deposit giro, dibukukan oleh bank dalam bentuk rekening koran atas namaperorangan atau perusahaan. Pengambilannya menggunakan Cek atau Bilyet Giro. Time deposit, simpanan di bank yang berjangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan. Saving deposit tabungan, simpanan pada bank yang penarikannya berdasarkan persyaratan yg telah disepakati. Sertifikat deposito, bukti bahwa nasabah telah mendepositokan uang di bank. Deposit on call, jenis tabungan tetap yang dapat diambil setelah ada pemberitahuan terlebih dahulu dari penabung. Deposit automatic roll over, jenis deposit yang bila uangnya tidak diambil sampai batas waktu jatuh tempo, maka akan di perpanjang dan bunganya langsung dihitung secara otomatis. Aliran dana dari masyarakat yang masuk ke bank disebut kredit pasif. Dan dana yang digunakan masyarakat untuk kegiatan produksi kredit aktif. Giro Bilyet adalah surat perintah nasabah kepada bank untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening nasabah lain yang ditunjuk. 2. Kredit Aktif, adalah tugas bank memberi kredit kepada masyarakat, melakukan pembelian surat-surat berharga dan penyertaan pada perusahaan-perusahaan. Diantaranya kredit rekening koran R/K, kredit yang diberi sesuai kebutuhan kredit reimburs letter of credit kredit aksep, diberikan oleh bank dengan cara menandatangani aksep yang ditarik nasabah, setelah itu nasabah dapat menjualnya kredit dokumenter, diberikan oleh bank atas jaminan dokumen yang diserahkan nasabah. kKredit dengan jaminan surat-surat berharga Itulah Jenis Produk Perbankan - Jenis Produk Perbankan meliputi Kredit Aktif dan Kredit Pasif.
Adapunpengertian prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembayaran kegiatan usaha, atau kegiatan lain yang dinyatakan sesuai dengan syariah. Kegiatan Usaha Bank Umum Syariah 1. Menerima simpanan dana dari masyarakat dalam bentuk : a. Giro berdasarkan prinsip
Ilustrasi kredit pemilikan rumah KPR. Foto Shutterstock JAKARTA, - Utang dan kredit adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dalam dunia ekonomi. Secara umum, terdapat dua jenis kredit, yaitu produktif dan konsumtif. Kredit produktif seringkali digunakan untuk mencapai tujuan keuangan, sementara kredit yang tidak produktif atau biasa dikenal dengan kredit konsumtif untuk tujuan lain. Ada banyak jenis varian kredit konsumtif yang disediakan oleh penyedia jasa keuangan. Namun sebenarnya, apa yang dimaksud dengan kredit konsumtif?. Kredit konsumtif adalah kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumsi, yang mana dapat berupa keperluan medis, perkawinan, pendidikan, dan sebagainya. Sementara itu, pengertian kredit konsumtif lainnya adalah jenis pinjaman untuk konsumsi dalam bentuk suatu kontrak, di mana lembaga pemberi pinjaman, menyerahkan dana kepada peminjam, yang mengikatkan dirinya untuk mengembalikan kepada pemberi pinjaman dalam sistem pembayaran yang sudah disetujui. Adapun, fungsi kredit konsumtif adalah untuk memenuhi kebutuhan dan membiayai keperluan seseorang yang bersifat konsumtif seperti biaya pernikahan, pembelian furniture dan alat rumah tangga, penambahan jumlah kendaraan bermotor dan lain sebagainya. Contoh kredit konsumtif yang paling familiar saat ini adalah pembelian gadget baru dengan menggunakan kartu kredit. Jenis barang dengan basis teknologi ini merupakan objek yang sangat mudah terkena depresiasi. Penurunan nilai jual ini membuatnya menjadi salah satu jenis kredit konsumtif yang juga tidak dianjurkan untuk dilakukan. Sedangkan, jika kredit konsumtif cenderung memiliki konotasi yang negatif, kredit konsumtif memiliki banyak aspek encouraging yang membuatnya bisa jadi salah satu pilihan investasi yang ideal. Dikutip dari Pintu Academy, kredit produktif adalah layanan perbankan yang digunakan untuk membeli aset yang terapresiasi dari waktu ke waktu. Esensi dari kredit produktif adalah keputusan untuk mengambil dana kredit dan menggunakannya untuk meningkatkan produktivitas si peminjam. Walhasil, kredit produktif pada akhirnya dapat meningkatkan kondisi keuangan peminjam bila digunakan secara benar. Dalam skala bisnis yang besar, contoh kredit produktif yang paling umum dilakukan adalah ekspansi bisnis. Misalnya, terdapat perusahaan ekspedisi yang mengambil opsi kredit ke bank untuk menambah unit mobil logistik baru atau menggunakan dana tersebut untuk membuka cabang dan drop point yang baru. Berdasarkan kriteria tujuan pinjaman, kredit dapat diklasifikasikan sebagai kredit produktif dan konsumtif. Perbedaan terbesar antara keduanya adalah sifat penggunaannya. Saat kredit konsumtif lebih mementingkan kebutuhan personal dan terkadang bersifat mendadak, kredit produktif berpeluang menumbuhkan aset dan menjadi kanal pemasukan. Intinya, perbedaan kredit produktif dan konsumtif yang paling utama dapat dilihat dari tujuan utangnya. Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa kredit adalah salah satu layanan yang digunakan seseorang untuk meningkatkan kemampuan finansial seseorang dalam waktu singkat. Namun, perlu diingat juga bahwa layanan perbankan ini juga dapat menyebabkan masalah finansial jika tidak dikelola secara tepat. Mengemban terlalu banyak kredit, baik itu kredit produktif dan konsumtif bisa berdampak negatif apabila dilakukan secara berlebihan tanpa perencanaan yang matang. Editor Lona Olavia Dapatkan info hot pilihan seputar ekonomi, keuangan, dan pasar modal dengan bergabung di channel Telegram "Official Lebih praktis, cepat, dan interaktif. Caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS
Meskipunbegitu proposal non-formal tetap harus mengandung masalah yang diuraikan, saran, pemecahan, dan juga permohonan. Proposal semi-formal yaitu hampir sama dengan proposal non-formal, hal ini karena tidak selengkap proposal formal. Yang membedakan ialah proposal semi-formal tetap dibuat rapi dilengkapi dengan sampul, dan biasanya dijilid.
Seperti yang telah diketahui kegiatan pinjam meminjam dilakukan untuk berbisnis maupun untuk kebutuhan konsumtif seringkali dilakukan masyarakat Indonesia. Sejatinya pinjaman adalah hutang yang harus dibayarkan kepada satu pihak kepada pihak lainnya sesuai dengan perjanjian tertulis ataupun lisan. Pinjaman sendiri kini sudah beralih fungsi dari kebutuhan yang terbilang produktif menjadi kebutuhan konsumtif. Namun, seharusnya pinjaman dilakukan untuk memenuhi kebutuhan produktif yang dapat mengembangkan produktivitas dan kualitas hidup. Pinjaman produktif meliputi pinjaman untuk ekspansi bisnis, pinjaman pendanaan cashflow, ataupun pinjaman untuk melakukan project kerjaan lainnya. Banyaknya bentuk pinjaman yang ditawarkan saat ini akan membuat kamu bingung memilih pinjaman yang sesuai untuk kebutuhanmu. Oleh karena itu berikut ini pinjaman produktif yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia yang perlu kamu ketahui. Segera Hubungi Kargo Untuk Pinjaman khusus Transporter Bersama Kargo Sekarang via WhatsApp Jenis-Jenis Pinjaman Produktif Pinjaman Produktif adalah pinjaman yang mampu menaikan pendapatan penanggung atau cenderung bersifat produktif. Nah, apa saja bentuk pinjaman produktif? Berikut ini penjelasannya. 1. KTA KTA Adalah salah satu jenis kredit yang ditawarkan oleh bank yang bisa memenuhi kebutuhan kamu. KTA adalah singkatan dari Kredit Tanpa Agunan. Seperti namanya, KTA tak membutuhkan jaminan apapun dari sang peminjam. KTA sendiri memiliki beberapa macam karakteristik. Berikut karakteristik KTA Tanpa jaminan. Tidak membutuhkan jaminan atau agunan dari Pinjaman ditujukan untuk kebutuhan konsumtif. Tujuan peminjaman diserahkan pada peminjam untuk menggunakan pencairan dari KTA. Pinjaman jenis ini tentu saja berbeda dengan KPR. Semisalnya dengan KPR yang pinjaman hanya bisa dipakai untuk pembelian rumahProses cepat. KTA memiliki proses cepat dan relatif mudah jika dibandingkan jenis kredit lain di Tunai. Pencairan KTA sendiri dalam bentuk dana tunai ke rekening peminjam. Dicairkan secara Pembayaran untuk pinjaman jenis ini dilakukan secara mencicil setiap bulan selama masa Dipercepat. Debitur sendiri bisa melunasi pinjaman KTA sebelum jatuh tempo. Namun peminjam biasanya akan dikenakan fee atau denda. Karena KTA tidak membutuhkan aset untuk dijaminkan, banyak pengusaha yang berusaha memanfaatkan pinjaman ini sebagai modal usaha untuk melakukan ekspansi ataupun memulai dalam berbisnis, sehingga KTA merupakan pinjaman produktif yang palin diminati saat ini. 2. Modal Usaha Tidak kalah dengan KTA , Modal usaha adalah pinjaman yang diperuntukan untuk modal usaha yang tujuannya tentu saja untuk memulai berbisnis ataupun ekspansi usaha. Kredit modal kerja ditawarkan dalam beberapa alternatif pembiayaan yang tentu saja bisa dipilih oleh sang pengusaha sesuai kebutuhan. Bank BCA pun menawarkan modal usaha dengan berbagai macam skema yakni; Kredit Lokal. Solusi bagi yang membutuhkan modal usaha yang bersifat liquid. Penarikan dan pelunasannya dapat dilakukan sewaktu-waktu selama jangka waktu fasilitas kredit melalui rekening giroInstallment Loan. Solusi untuk usaha yang membutuhkan pembiayaan modal usaha yang penarikannya dapat dilakukan sekaligus ataupun bertahap. Pelunasan pinjaman modal usaha model ini bisa dilakukan dengan cara mengangsur atau Loan. Solusi untuk usaha yang membutuhkan pembiayaan bersifat liquid atau musiman. Penarikan dan pelunasan pinjaman modal usaha model ini dapat dilakukan Ekspor. Solusi untuk usaha kamu yang membutuhkan pembiayaan kegiatan produksi, pengumpulan, dan penyiapan barang dalam rangka melakukan ekspor barang. Namun tentu ada hal yang harus diperhatikan sebelum kamu melakukan pinjaman modal usaha, seperti rencana keuangan, planning bisnis yang tepat, hingga cara pelunasan pinjaman tersebut harus diperhatikan agar kedepannya kamu dapat mengembalikan pinjaman modal usaha tepat waktu. 3. Invoice Financing Invoice financing adalah sebuah solusi pendanaan yang tepat bagi kamu yang sedang berbisnis. Tak seperti bank yang meminta kamu mengagunkan aset, invoice financing hanya meminta kamu untuk men-submit invoice pelanggan yang belum terbayar sebagai jaminannya. Lalu, kamu sebagai peminjam bisa mendapatkan pencairan dana untuk menjalankan operasional bisnis. Tak jarang para pelanggan atau klien membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melunasi tagihan invoice yang ditujukan pada mereka. Padahal jika membicarakan bisnis dan perputaran modal, hal tersebut sangatlah tidak sehat bagi finansial perusahaan. Kamu pasti membutuhkan dana untuk menjalankan bisnis seperti biasa dan melakukan proyek-proyek yang lainnya bukan? Sementara uang yang dibutuhkan belum berputar dan kamu masih diharuskan menunggu berbulan-bulan. Jika kamu menunggu pelanggan untuk melunasi invoice, bisa jadi bisnis kamu terkena dampak negatif dan kondisi finansial akan sangat terpengaruh dikarenakan tak punya dana yang cukup untuk menjalankan kegiatan operasional. Nah, dana yang akan kamu terima dari Invoice financing tadi, nantinya bisa digunakan untuk biaya operasional kembali. Hal tersebut membuat operasional perusahaan tak terganggu selagi menunggu klien melunasi invoice yang belum terbayar. 4. Pinjaman Online Pinjaman Online sendiri sekarang ini berpatok dengan sistem P2P Lender. Pinjaman online adalah jenis pinjaman yang dilakukan secara online melalui platform website atau aplikasi yang mana peminjam mendapatkan dana pinjamannya dari para investor lender yang dipertemukan melalui platform tersebut. Caranya mudah sekali, setelah peminjam borrower memulai pendaftaaran dan melakukan permintaan pendanaan, maka platform P2PL akan mempertemukan pada satu forum kepada pemberi pinjaman sehingga pendanaan dilakukan oleh pemberi pinjaman bukan dari platform tersebut. Setelah itu, jika pinjaman disetujui maka dana pinjaman akan disalurkan kepada peminjam dengan bunga keuntungan yang akan diambil oleh investor atau pendana. Jenis pinjaman satu ini saat ini sedang booming dilakukan oleh masyarakat untuk menutupi cashflow, karena dana pinjaman yang diajukan sangat cepat cair dan dengan plafond yang kecil. 5. Kredit Modal Ventura Modal Ventura adalah dana investasi dari pihak ketiga investor yang tujuan utamanya untuk melakukan investasi pada perusahaan yang memiliki risiko tinggi sehingga tidak memenuhi persyaratan standar sebagai perusahaan terbuka ataupun guna memperoleh modal pinjaman dari perbankan. Investasi modal ventura ini dapat juga mencakup pemberian bantuan manajerial dan teknikal sehingga tidak hanya berupa dana namun pendanaan juga dilakukan melalui sistem cara kerja. Kebanyakan dana ventura ini adalah berasal dari sekelompok investor yang mapan keuangannya, bank investasi, dan institusi keuangan lainnya yang melakukan pengumpulan dana ataupun kemitraan untuk tujuan investasi tersebut. 6. Kredit Multiguna Kredit Multiguna atau KMG adalah salah satu produk perbankan yang memberikan fasilitas pinjaman dengan bergantung berdasarkan nilai agunan yang diberikan. Kredit Multi Guna saat ini banyak digunakan untuk biaya-biaya pribadi dan juga modal usaha/ bisnis. Namun jika ingin menggunakan Kredit Multiguna kamu harus cermat sebelum melakukan pinjaman ini karena jika tidak bisa mengembalikan pinjamannya, maka asetpun melayang diambil oleh bank. Invoice Financing dari Kargo Untuk Perusahaan Transporter Kargo memiliki program yang bisa menolong kamu untuk mencairkan invoice dari klien yang terlambat cair. Dengan bekerjasama dengan kami, kamu bisa mendapatkan kredit online khusus logistik untuk membantu membiayai kebutuhan operasional sehari-hari kamu. Dalam melakukan pinjaman dari program kami, kamu hanya perlu menyerahkan invoice sebagai bukti sudah terjadinya perjanjian kerja yang belum juga dibayar oleh klien. Hal tersebut tentu saja membuat pencairan dana bisa dilakukan dengan mudah. Agar tidak bingung dalam melakukan program Pembayaran Invoice Cepat dari Kargo, yuk ketahui syaratnya! Syaratnya Pembayaran Invoice Cepat adalah; 1. Memiliki usaha logistik dengan badan usaha PT atau CV 2. Memiliki setidaknya 1 transaksi dengan customer pada invoice yang ingin dicairkan 3. Daftar dengan cara klik https//https// 4. Tim kami akan segera menghubungi Anda! Tidak sulit, bukan? Jadi tunggu apalagi? Yuk daftarkan diri kamu dan perusahaan transporte kamu segera! Semakin cepat kamu mendaftar, semakin cepat pula kamu merasakan invoice cair! Lalu, dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat pendaftaran Pembayaran Invoice Cepat? Ini dia!  Akta perusahaan & perubahannya, serta SK KEMENHUMKAM  KTP dan NPWP pengurus yang tertera di Akta  NPWP perusahaan  NPWP customer  Agreement vendor & customer  Surat Ijin Usaha SIUP & TDP/NIB  Surat keterangan domisili Perusahaan SKDU  Sample Invoice yang sudah dibayarkan customer minimal 5x pembayaran diambil sampel di 3 bulan terakhir  Foto halaman pertama buku rekening  Rekening koran 6 bulan terakhir  Laporan keuangan 2020 dan Sales Report 2020  Giro Seperti yang sudah tertuliskan sebelumnya, salah satu syarat untuk melakukan Pembayaran Invoice Cepat adalah perusahaan kamu sudah harus memiliki legalitas PT/CV. Hal ini tentu saja bukan tanpa alasan yang jelas. Kargo akan meminta beberapa dokumen yang harus dilengkapi ketika mengajukan pembayaran cepat invoice ke Kargo, dan prasyarat utama bahwa peminjam telah memiliki legalitas perusahaan, baik PT maupun CV, untuk menjamin keabsahan dokumen yang dimiliki serta transaksi yang dilakukan. Dalam program Pembayaran Invoice Cepat, invoice yang akan dicairkan memiliki jangka waktu jatuh tempo selama 30 sampai dengan 60 hari. Meski demikian, kamu tidak perlu khawatir ketika perusahaan kamu butuh waktu lebih lama untuk melunasi program ini. Kargo pun bisa menerima invoice dengan durasi hingga maksimal 90 hari dengan syarat dan ketentuan tambahan dari program pembayaran invoice cepat.
Sedangkanpengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangkaRumahCom – Berdasarkan Undang-Undang Perbankan, kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dan pihak lain, yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Kredit disediakan oleh bank umum konvensional, BPR, dan Pegadaian. Berdasarkan tujuan, kredit terbagi menjadi dua jenis, yakni kredit produktif dan kredit konsumtif. Untuk Anda terutama para milenial, penting untuk mengetahui kredit produktif dan kredit konsumtif, agar memiliki pengetahuan tentang kredit yang akan berpengaruh terhadap kesehatan keuangan. Karenanya, dalam artikel ini akan membahas mengenai kredit produktif dan kredit konsumtif, diantaranya Definisi Kredit Produktif Perbedaan Kredit Produktif dan Konsumtif Contoh Kredit Produktif Contoh Kredit Konsumtif Tips Memilih Kredit yang Tepat Sesuai Kebutuhan Definisi Kredit Produktif Kredit produktif adalah teknik cicilan untuk bisnis atau membuka sebuah usaha. Kredit produktif secara bahasa merupakan frasa yang terdiri dari dua kata dan memiliki arti yang tentu berbeda. Kata “Kredit” merupakan transaksi finansial yang memiliki sifat tidak tunai atau secara angsuran. Kredit juga bisa dikatakan sebagai teknik pinjaman. Sedangkan kata “produktif” berarti bersifat atau mampu menghasilkan sesuatu yang biasanya dalam jumlah besar. Pada umumnya seseorang melakukan ini di luar pekerjaan utamanya. Jadi di samping memenuhi kebutuhan berhutang, juga sebagai penghasilan tambahan selain gaji pokok dan tunjangan yang diterima dari perusahaan tempat bekerja. Kredit produktif sendiri melakukan transaksi cicilan dan kemudian menjadikannya sebagai ajang dalam penghasil pendapatan. Contohnya, apabila Anda akan membeli sebuah bangunan ruko dan mengajukan KPR, lalu menjadikannya kedai kopi. Kemudian laba yang didapat dari penjualan tersebut bisa dijadikan untuk membayar cicilan KPR gedung kedai itu sendiri. Kredit produktif juga ketika Anda akan membeli sebuah rumah tambahan lagi dan berniat menyewakannya pada orang lain. Salah satu yang disebut sebagai kredit produktif adalah KPR. Jika Anda sedang mencari hunian dengan pengajuan KPR, cek daftar hunian di kawasan Parung yang bisa jadi pilihan Anda. Berikut listing terbaik di Parung dibawah Rp500 juta untuk Anda! Perbedaan Kredit Produktif dan Konsumtif Kredit produktif dan kredit konsumtif memiliki beberapa perbedaan. Mulai dari definisi, serta tujuan dari kredit tersebut. Simak tabel berikut untuk penjelasannya. Kredit produktif merupakan suatu jenis pinjaman yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pemasukan dengan cara membeli suatu aset. Kredit konsumtif sedikit berbeda dari kredit produktif, kredit konsumtif adalah kredit yang digunakan untuk kebutuhan pribadi saja. Kredit produktif bertujuan untuk membeli properti yang disewakan atau menjadikannya modal usaha sehingga mendapatkan uang kembali. Uang yang dipinjam untuk kredit konsumtif tidak digunakan untuk membeli aset yang menghasilkan uang. Akan tetapi kredit konsumtif digunakan untuk pembelian aset yang akan mengalami depresiasi. Misalnya, membeli barang elektronik atau barang-barang pemenuhan keinginan lainnya. Kredit produktif berpeluang menumbuhkan aset dan menjadi kanal pemasukan. Kredit konsumtif lebih mementingkan kebutuhan personal dan terkadang bersifat mendadak Contoh Kredit Produktif Dalam pengertian kredit produktif di atas sudah dijelaskan sekilas mengenai contoh kredit produktif Berikut contoh lain dari kredit produktif 1. Modal Usaha Jika Anda akan membuka usaha, membangun proyek, membuat pabrik, rehabilitasi, perluasan bangunan usaha dan lainnya. Itu merupakan jenis investasi yang bisa dipilih. Melansir OJK, kredit ini bisa mendukung kebutuhan dana pembiayaan investasi jangka panjang. 2. Ekspansi Bisnis Dalam skala bisnis yang besar, contoh kredit produktif yang paling umum dilakukan adalah ekspansi bisnis. Misalnya, terdapat perusahaan ekspedisi yang mengambil opsi kredit ke bank untuk menambah unit mobil logistik baru atau menggunakan dana tersebut untuk membuka cabang dan drop point yang baru. Jenis kredit seperti ini pada umumnya memiliki masa pengembalian yang cukup lama, sehingga cocok jika ingin meminjam nominal yang besar untuk keperluan usaha. Untuk mengajukan pinjaman dibutuhkan studi kelayakan dan Surat Izin Usaha Perdagangan SIUP serta Tanda Daftar Perusahaan TDP. 3. Keperluan Pribadi yang Menghasilkan Akan tetapi, membeli kendaraan bermotor juga bisa menjadi salah satu contoh kredit produktif dalam contoh kasus yang berbeda, misalnya saja untuk keperluan pribadi. Wajar saja mengingat alat transportasi yang satu ini merupakan objek yang mudah menurun harganya. Berbeda lagi jika motor tersebut digunakan untuk bekerja sebagai ojek online, yang mana akan menjadi salah satu sumber pemasukan tambahan. Contoh Kredit Konsumtif Kredit konsumtif sedikit berbeda dari kredit produktif, kredit konsumtif adalah kredit yang digunakan untuk kebutuhan pribadi saja. Berikut contohnya 1. Healing Uang yang dipinjam untuk kredit konsumtif tidak digunakan untuk membeli aset yang menghasilkan uang. Akan tetapi kredit konsumtif digunakan untuk pembelian aset yang akan mengalami depresiasi atau istilah gaul sekarang, Healing’ 2. Kebutuhan Barang Konsumtif Contoh kredit konsumtif yang paling familiar saat ini adalah pembelian gadget baru dengan menggunakan kartu kredit. Jenis barang dengan basis teknologi ini merupakan objek yang sangat mudah terkena depresiasi. Penurunan nilai jual ini membuatnya menjadi salah satu jenis kredit konsumtif yang juga tidak dianjurkan untuk dilakukan. 3. Acara Pribadi Kredit konsumtif juga biasanya digunakan untuk acara pribadi seperti liburan, pesta ulang tahun, acara pernikahan, dan acara-acara pribadi lainnya yang membutuhkan biaya dari kartu kredit. 4. Gaya Hidup Kredit konsumtif juga kerap digunakan untuk memenuhi gaya hidup seperti berbelanja, makan dan minum di restoran atau cafe yang diinginkan. Tips Memilih Kredit yang Tepat Sesuai Kebutuhan Saat ini banyak bank berlomba-lomba untuk menerbitkan berbagai jenis kartu kredit yang masing-masing disertai pula dengan berbagai penawaran menarik seperti bebas biaya tahunan, suku bunga rendah, kartu emas atau platinum, dan lain sebagainya. Untuk dapat memilih kartu kredit yang tepat bagi kebutuhan Anda, silakan simak beberapa tips berikut ini 1. Pertimbangkan Biaya yang Dikenakan Salah satu faktor yang penting untuk dipertimbangkan dalam memilih kartu kredit yang tepat bagi Anda adalah biaya-biaya yang dikenakan seperti iuran tahunan, bunga, biaya administrasi, dan sebagainya. Kartu kredit dengan suku bunga yang lebih tinggi, biasanya cocok bagi Anda yang memilih untuk menggunakan kartu kredit sebagai pengganti uang tunai dalam berbelanja dan segera melunasi tagihan kartu kredit Anda setiap bulan. Dengan begitu pengeluaran Anda setiap bulan bisa terlacak. Meski memiliki suku bunga yang tinggi, kartu kredit jenis ini biasanya menawarkan nilai tambah seperti bebas biaya tahunan, diskon, cashback, dan juga point reward setiap kali bertransaksi. Jika Anda membutuhkan kartu kredit untuk belanja bulanan dan membayar berbagai tagihan bulanan seperti listrik, telepon, dan air yang nilainya relatif tetap, pasti akan Anda bayar lunas setiap bulannya. Maka kartu kredit ini cocok bagi Anda. Dengan catatan, Anda harus memastikan terlebih dahulu kepada pihak bank penerbit kartu kredit bahwa perhitungan bunga dilakukan setelah jatuh tempo pembayaran tagihan dan bukan sejak tanggal transaksi. Jika bunga diperhitungkan sejak tanggal transaksi, maka Anda tetap harus membayar bunga meskipun Anda membayar tagihan secara lunas setiap bulan. Kartu Kredit dengan suku bunga rendah, cocok bagi Anda yang sering membayar tagihan dengan mencicil atau membayar jumlah minimum. Meskipun kartu kredit jenis ini pasti mengenakan iuran tahunan dan biasanya tidak memberi banyak penawaran diskon atau cashback, jika Anda memiliki sumber pendapatan tetap dan yang penting mencukupi untuk membayar tagihan setiap bulan, setidaknya jumlah minimum, maka bunga yang rendah ini menjadi faktor penentu utama dalam memilih kartu kredit ini. 2. Perhatikan Diskon yang Ditawarkan Salah satu faktor yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda dalam memilih kartu kredit yang tepat adalah adanya penawaran potongan harga atau diskon. Bagi Anda yang gemar berbelanja, carilah kartu kredit yang sering menawarkan diskon yang biasanya merupakan hasil kerjasama bank penerbit kartu kredit tersebut dengan sejumlah penjual atau merchant. Anda dapat memeriksa daftar penjual yang bekerjasama dengan penerbit kartu kredit yang Anda pertimbangkan, apakah Anda sering berbelanja di sana atau barang-barang yang didiskon memang merupakan barang-barang yang memang Anda butuhkan. Tips promo cicilan 0%, karena akan meringankan daripada membeli barang secara kredit langsung. 3. Periksa Layanan Pelanggannya Layanan pelanggan atau customer service juga merupakan salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam memilih kartu kredit. Sebagai pengguna kartu kredit, Anda pasti ingin mendapatkan pelayanan yang baik dan lengkap dari pihak penerbitnya, dan antara lain termasuk layanan transaksi dan pengaduan 24 jam dengan petugas yang ramah dan sigap. Jika Anda merasa perlu sering menghubungi bank penerbit kartu kredit untuk menanyakan segala sesuatu, penting bagi Anda untuk memastikan bahwa layanan pelanggan yang disediakan bank penerbit kartu kredit tersebut sesuai dengan yang Anda inginkan, andaikata sewaktu-waktu Anda mengalami masalah dengan kartu kredit Anda. 4. Ketahui Jangkauan Jaringan Kartu kredit dengan jangkauan yang luas cocok bagi kategori orang yang sering bepergian ke luar negeri. Jika Anda termasuk ke dalam kategori ini, maka Anda sebaiknya memilih kartu kredit yang memiliki jaringan luas yang diterima di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang sering Anda datangi. Penggunaan kartu kredit di luar negeri akan mempermudah Anda dalam bertransaksi, praktis, dan Anda pun dapat lebih menikmati perjalanan dengan nyaman. 5. Pastikan Tingkat Keamanannya Bagi Anda yang sangat memperhatikan keamanan dalam bertransaksi atau keamanan sebagai pemilik kartu kredit secara umum, sebaiknya pilih penerbit kartu kredit yang memberikan keamanan lebih kepada nasabahnya. Bentuk keamanan ini bisa berupa foto diri atau pencetakan tanda tangan pada kartu kredit, yang fungsinya antara lain untuk memperkecil kemungkinan terjadinya penyalahgunaan pada kartu kredit Anda. Selain itu, sekarang rata-rata penerbit kartu kredit juga menawarkan asuransi kepada pemegang kartu kreditnya. 6. Pertimbangkan Kredibilitas Bank Penerbit Salah satu hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam memilih kartu kredit adalah latar belakang bank penerbit kartu kredit tersebut. Jika bank tersebut memiliki kredibilitas dan reputasi yang baik, maka Anda sebagai pemegang kartu kredit dari bank tersebut akan merasa lebih aman dan nyaman sementara keuntungan dalam menggunakan kartu kredit pun juga lebih besar. 7. Jenis Kartu Kredit Saat mengajukan aplikasi kartu kredit, biasanya Anda akan dihadapkan pada pilihan apakah ingin memiliki kartu kredit klasik classic, emas gold, atau platinum. Kartu kredit gold dan platinum merupakan kartu kredit premium yang menawarkan limit atau pagu kredit yang tinggi dan berbagai manfaat eksklusif tambahan seperti airport lounge, garansi produk dengan masa yang lebih panjang, dan asuransi kecelakaan saat melakukan perjalanan. Tentunya segala fasilitas tambahan di sini dapat diperoleh dengan membayar biaya tahunan yang lebih tinggi dan kadang tingkat bunga yang lebih tinggi pula. Jika Anda memiliki pendapatan yang tinggi, pengusaha, dan juga sering melakukan perjalanan terutama dengan pesawat, maka kartu kredit jenis gold atau platinum akan cocok bagi Anda. Jika tidak, maka sebaiknya Anda memilih kartu kredit jenis classic, sesuai dengan kebutuhan Anda. 8. Pertimbangkan Reward dan Fasilitas Tambahan Lainnya Sejumlah penerbit kartu kredit menawarkan reward atau hadiah kepada nasabahnya, bisa berupa barang, diskon belanja, poin, atau lain-lainnya. Jika Anda mengincar berbagai reward yang ditawarkan kartu kredit tertentu, maka kartu kredit tersebut cocok bagi Anda. Selain itu, hal lain yang perlu Anda pertimbangkan adalah fasilitas tambahan seperti akses ATM di seluruh dunia, asuransi perjalanan, asuransi pembayaran tagihan kartu kredit credit shield, dan juga fasilitas ruang tunggu eksekutif executive lounge di berbagai tempat. Jika Anda membutuhkan atau sering menggunakan fasilitas-fasilitas tambahan tersebut, ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk memilih kartu kredit yang menawarkannya. 9. Kartu Kredit Co-Branding atau Affinity? Belakangan ini, ada jenis kartu kredit yang ditawarkan oleh sejumlah institusi berkaitan dengan merek atau institusi mereka, dengan mencantumkan nama merek atau institusi bersangkutan selain nama bank penerbit kartu kredit tersebut. Kartu Kredit Co-Branding Kartu kredit yang dikeluarkan oleh bank penerbit bekerjasama dengan perusahaan lain seperti maskapai penerbangan, pusat perbelanjaan, agen perjalanan, dan lain-lain ini biasanya menawarkan harga khusus untuk pembelian produk-produk tertentu. Selain itu penawaran lain bisa berupa poin yang jika dikumpulkan dapat digunakan untuk memperoleh potongan harga atau berbagai bonus. Kartu co-branding biasanya bebas iuran tahunan, namun seperti biasa dengan suku bunga yang lebih tinggi. Affinity card Sama seperti kartu co-branding, kartu kredit affinity juga merupakan kerjasama antara bank penerbit dengan pihak lain, dalam hal ini berupa organisasi seperti asosiasi alumni perguruan tinggi, klub olahraga, lembaga sosial, atau institusi lain. Kartu kredit ini juga biasanya menawarkan potongan harga atau hadiah. Jika Anda merasa membutuhkan penawaran-penawaran yang diberikan oleh kartu kredit co-branding atau affinity tertentu, silakan Anda mengajukan aplikasinya untuk bisa mendapatkan berbagai manfaat yang ditawarkan. Itulah penjelasan mengenai perbedaan kredit produktif dan kredit konsumtif, serta jenis dan tipsnya yang dapat menjadi informasi dan pertimbangan bagi Anda sebelum memiliki kartu kredit. Tonton video yang informatif berikut ini sebagai panduan yang bisa Anda ikuti seputar biaya tambahan dalam proses jual beli rumah! Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah Tanya Tanya ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami bank persaingan untuk menarik dana dari masyarakat semakin meningkat. Semua berlomba untuk menarik dana dari masyarakat sebanyak - banyaknya dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat yang membutuhkan baik dari tujuan produktif maupun konsumtif. Karena dari sebuah bank, dana merupakan darah dan persoalan paling utama, Apakah JULOvers pernah mendengar istilah kredit produktif? Kredit produktif adalah salah satu pinjaman yang dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan suatu karya agar mendapatkan pengembalian. Kredit produktif secara umum dilakukan oleh masyarakat yang sudah memiliki rencana ke depan. Mereka meminjam karena sudah memiliki perencanaan untuk menghasilkan keuntungan. Kemungkinan besar JULOvers akan bertanya “Lalu apa bedanya dengan kredit biasanya?”. Rasa penasaran JULOvers dapat terjawab seiring membaca informasi di artikel ini dari awal hingga akhir. Kalau begitu langsung saja baca informasi selengkapnya di bawah ini, ya! Apa Itu Kredit Produktif? Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang kredit produktif, mari mengenal definisi dari masing-masing kata. Kredit mengacu kepada pinjaman yang diberikan kepada peminjam atas dasar kesepakatan kedua belah pihak. Nantinya pinjaman tersebut wajib dibayarkan oleh peminjam beserta bunganya dalam waktu yang sudah ditentukan. Di sisi lain, produktif berarti suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok yang memiliki tujuan untuk menghasilkan sesuatu. Jadi kalau kedua kata tersebut digabungkan maka kredit produktif adalah pinjaman yang diberikan kepada individu atau kelompok untuk menghasilkan sesuatu. Sederhananya kredit produktif dilakukan untuk menghasilkan keuntungan sebagai timbal balik dari usaha yang telah dikeluarkan. Sebagai contoh, Andaikan bahwa kamu sudah membuat rencana untuk membangun usaha bakery. Tetapi kendala paling besar saat ini yang kamu hadapi ialah keterbatasan modal. Jika kamu mengajukan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan modal usaha maka tindakan ini termasuk ke dalam kredit produktif. Apa Saja Jenis Kredit Produktif Berdasarkan Fungsinya? Kredit produktif dapat dibedakan berdasarkan fungsinya yaitu kredit modal kerja dan kredit investasi. Kamu yang ingin mengambil kredit produktif perlu tahu perbedaan keduanya supaya dapat memilih kredit terbaik sesuai dengan kebutuhan. Kalau begitu simak penjelasannya masing-masing berikut ini. 1. Kredit Modal Kerja Kredit modal kerja atau KMK seharusnya sudah tidak asing di telinga kamu. Kredit modal kerja umumnya dapat diajukan ke bank dengan menyediakan berbagai dokumen serta persyaratan lain yang dibutuhkan. Pinjaman modal kerja ini disediakan secara khusus untuk membantu masyarakat dalam membangun bisnis mereka. 2. Kredit Investasi Kredit investasi mengacu kepada pinjaman yang sifatnya jangka panjang. Maksudnya pemberian pinjaman tidak serta-merta hanya satu sampai tiga bulan saja tetapi bisa dalam waktu bertahun-tahun yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan. Baca Juga Apa Itu Tenor Pinjaman? Simak Pengertiannya di Sini! Contoh pengajuan kredit investasi seperti pembangunan pabrik atau bangunan untuk keperluan usaha. Pinjaman yang diberikan dalam jangka waktu lama sudah pasti membutuhkan jaminan dan persyaratan yang lebih ketat. Apa Saja Jenis Kredit Produktif Berdasarkan Jangka Waktu? Seperti yang sudah kamu ketahui bahwa pemberian kredit bisa dipilih berdasarkan waktu atau tenornya. Jadi kredit produktif juga dapat dibedakan berdasarkan jangka waktu yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Berikut masing-masing penjelasannya. 1. Jangka Pendek Kredit produktif jangka pendek mengacu kepada pinjaman yang waktu peminjamannya tidak lama. Biasanya waktu yang diberikan oleh bank berkisar dari 3 sampai 12 bulan. Nominal yang dipinjamkan tentu lebih terbatas jika dibandingkan dengan kredit jangka panjang. Pengajuan kredit jangka pendek tetap membutuhkan jaminan seperti jenis kredit lainnya yang diberikan oleh bank. Meskipun begitu prosesnya jauh lebih mudah daripada kredit jangka panjang. 2. Jangka Panjang Kredit produktif jangka panjang memiliki waktu pinjaman atau tenor yang lebih lama. Hal ini dapat terjadi karena jumlah uang yang dipinjam jauh lebih besar. Jadi bank memberikan keringanan dengan waktu pengembalian kredit yang lebih panjang. Namun pihak bank juga akan meminta jaminan yang memiliki nilai lebih besar seperti halnya sertifikat rumah. Besarnya nilai jaminan yang kamu berikan kepada bank dapat memengaruhi apakah kredit yang diajukan akan disetujui atau tidak. Apa Saja Contoh Kredit Produktif? Kini kamu lebih memahami jenis-jenis dari kredit produktif. Tetapi sangat mungkin kamu tetap kebingungan mengenai contoh dari kredit produktif itu sendiri. Berikut beberapa contoh contohnya. 1. Kredit Usaha Kredit usaha merupakan pinjaman yang diberikan untuk menghasilkan pengembalian berupa keuntungan. Jadi pinjaman yang didapat akan digunakan untuk kepentingan usaha, entah itu mengembangkannya dalam aspek produksi seperti pembelian mesin-mesin atau melebarkan sayap dengan membuka cabang baru. Intinya hasil dari pinjaman harus memberikan hasil yang dapat membuat bisnis menjadi lebih untung dari sebelumnya. Tenor yang diberikan untuk kredit usaha dapat berupa jangka pendek dan jangka panjang, tergantung kebutuhan masing-masing individu atau kelompok. 2. Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR Seperti namanya, kredit kepemilikan rumah atau KPR adalah pinjaman yang diberikan oleh bank untuk membeli rumah. Kredit ini hadir karena kebutuhan masyarakat yang ingin membeli rumah mereka sendiri. Baca Juga Ragam Jenis Pinjaman Online yang Dapat Dicoba Pasalnya harga rumah terbilang cukup mahal jika dibandingkan pembelian barang atau kendaraan. Itu sebabnya masyarakat yang ingin membeli rumah akan mengajukan KPR kepada pihak bank untuk pinjaman dalam jangka waktu yang panjang. KPR termasuk ke dalam kredit produktif karena nilainya yang terus bertambah seiring berjalannya waktu. Meskipun sudah lunas dan menjadi milik pribadi, orang yang memiliki rumah tersebut dapat menjualnya kembali sewaktu-waktu atau dapat dijadikan sebagai jaminan kredit. Bagaimana Cara Mengambil Kredit Produktif dengan Tepat? Mengambil kredit produktif tidak cukup saat kamu hanya memahami definisi dan jenis-jenisnya. Kamu perlu mengetahui cara memilihnya supaya kredit produktif yang diambil benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan. Berikut beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan. 1. Lakukan Perhitungan Penting untuk membuat perhitungan terlebih dahulu sebelum akhirnya mengajukan pinjaman sejumlah nominal dalam waktu tertentu. Coba lihat keadaan kamu sekarang. Berapa aset yang kamu punya? Berapa uang yang bisa kamu hasilkan per bulan? Baca Juga Bagaimana Cara Mencari Modal Awal? Kemudian coba lihat produk-produk kredit yang tersedia. Cari tahu informasi mengenai jenis serta jumlah bunga yang harus kamu bayarkan setiap bulannya. Kemudian bandingkan uang yang kamu punya dengan jumlah biaya pinjaman yang harus dikembalikan. Pastikan biaya yang harus kamu bayarkan tidak lebih besar dari aset. Kondisi keuangan yang sehat hanya memiliki 35% utang dari pendapatan sehingga sisanya masih bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. 2. Pilih Kredit yang Tepat Langkah selanjutnya ialah memilih produk kredit yang sesuai dengan kebutuhan. Pilih kredit yang tenor dan bunganya sesuai dengan kemampuanmu. Tentukan juga jumlah pinjaman yang akan diajukan. Pastikan nominalnya tidak terlampau besar dari aset yang ada di tanganmu. 3. Pilih Penyalur Kredit Tepercaya Berhati-hatilah dengan penyalur kredit bodong alias penipu. Saat ini banyak orang tidak bertanggung jawab yang berusaha menipu masyarakat dengan iming-iming beban pengembalian yang sangat kecil. Supaya tidak tertipu, kamu bisa melakukan pengecekan institusi terkait ke website OJK. Jika benar bahwa legalitasnya dapat dipertanggung jawabkan maka kamu bisa mengambil kredit produktif tersebut. Baca Juga Kenali Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal Agar Tidak Terjebak Nah itu dia informasi penting seputar kredit produktif yang perlu JULOvers pahami. Memang benar bahwa kredit produktif adalah pinjaman pada umumnya yang sudah kamu pahami. Tetapi ada satu hal yang perlu dihighlight yaitu tujuan kamu saat mengajukan pinjaman. Apabila pinjaman dilakukan untuk menghasilkan keuntungan maka benar bahwa tindakan tersebut termasuk ke dalam kredit produktif. Jika JULOvers sedang mencari penyalur kredit tepercaya selain bank maka JULO dapat menjadi tempat yang tepat. JULO Kredit Digital memberikan kamu layanan pinjaman berkualitas dengan proses yang mudah dan cepat. JULOvers bisa langsung mengirim uang ke rekening pribadi untuk keperluan modal usaha. Selain itu produk pinjaman JULO lainnya juga bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti membayar tagihan rumah tangga atau berbelanja di e-commerce kesayangan JULOvers. Bagaimana? Sangat praktis, bukan? Yuk kembangkan usaha JULOvers dan SiapMelesat bersama JULO. Manfaatkan semua promo siap melesat dari JULO sekarang juga!
- ኛвеሧюտ чеγፅсал
- Кቁкроժխዞ ե азα ը
- Шዉнтэмեπ ոጃеζօцωцը дроճ
- Уሬяδе аβኝцոщош ерип шо
- Всеֆад չа
- ጎեባուкፈб леዡፍве ξовсուщιμω